Sebelumnya, jembatan penghubung menuju Desa Sekumur hanyut terbawa banjir, membuat akses ke wilayah tersebut terputus total.
Warga harus menyeberangi sungai dengan perahu nelayan, dengan waktu tempuh sekitar dua jam dari pusat Kota Aceh Tamiang.
Berdasarkan data, sekitar 1.232 jiwa dari 276 kepala keluarga di Desa Sekumur kehilangan tempat tinggal akibat banjir bandang dan longsor.
Hingga kini, proses pemulihan infrastruktur dan fasilitas umum masih terus dilakukan secara bertahap.***
Artikel Terkait
Warga Samar Kilang Bener Meriah krisis air bersih, dua bulan pascabanjir harus antre hingga keluar desa
Dua bulan pascabanjir, warga Aceh Tamiang masih krisis air bersih, harus jalan lebih dari 1 km
Dua bulan berlalu, warga Pidie Jaya Aceh ungkap bertahan lapar dan haus selama banjir bandang
Salim A Fillah ingatkan bencana Sumatera belum usai, pilih hidupkan sekolah demi masa depan anak-anak
Debu pekat selimuti Aceh Tamiang usai helikopter mendarat, lumpur kering picu ancaman kesehatan warga
Dua bulan pascabanjir, warga Kampung Jamat Aceh Tengah masih krisis air bersih
Dua bulan pascabanjir Aceh Timur, kegiatan mengaji anak-anak di Dayah Sarah Gala masih terhenti