Dua bulan pascabanjir, warga Aceh Tamiang masih krisis air bersih, harus jalan lebih dari 1 km

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Selasa, 27 Januari 2026 | 20:24 WIB
Warga di sebagian wilayah Aceh Tamiang masih mengalami krisis air bersih (Instagram/faza.fauzan_)
Warga di sebagian wilayah Aceh Tamiang masih mengalami krisis air bersih (Instagram/faza.fauzan_)

GENMILENIAL.ID — Dua bulan pascabanjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh Tamiang pada akhir November 2025, warga di sejumlah wilayah masih mengalami krisis air bersih.

Hingga kini, akses air bersih belum sepenuhnya pulih, memaksa warga harus melangsir air setiap hari demi memenuhi kebutuhan hidup.

Kondisi tersebut dialami warga Dusun Sidodadi, Kampung Payanas, Aceh Tamiang. Sejak banjir menerjang kawasan tersebut, pasokan air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) terputus total.

Baca Juga: Viral warga Kudus berangkat kerja naik perahu saat banjir, warganet nostalgia film Heart

Akses PDAM putus usai banjir

Sebelum banjir, warga mengandalkan air dari PDAM untuk kebutuhan sehari-hari. Namun, banjir bandang yang terjadi merusak fasilitas penyaluran air hingga tak lagi bisa digunakan.

“Setelah banjir, akses PDAM terputus. Pipa-pipanya hilang, hanyut, mesin-mesinnya juga kemungkinan terbawa banjir,” ungkap seorang relawan dalam video yang diunggah akun Instagram @faza.fauzan_, Selasa, 27 Januari 2026.

“Sudah dua bulan ini warga harus melangsir air,” lanjutnya.

Baca Juga: 23 Marinir jadi korban longsor di Cisarua Bandung Barat, 4 orang ditemukan meninggal

Warga harus jalan lebih dari 1 kilometer

Kondisi sulit ini membuat warga terpaksa berjalan jauh demi mendapatkan air bersih. Setiap hari, mereka harus bolak-balik membawa air untuk keperluan mandi, mencuci, hingga memasak.

“Langsir air jaraknya lebih dari satu kilometer, pagi dan sore,” ujar salah seorang warga.

“Mau nyuci langsir, mau mandi langsir, semuanya langsir,” tambahnya.

Sebelumnya, sejumlah warga di wilayah Aceh Tamiang juga mengeluhkan berkurangnya bantuan air bersih. Jika pada awal bencana bantuan masih rutin datang, kini pasokannya mulai menipis.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X