Gunem alam, seruan kesadaran bersama
Melalui Gunem Alam dan Budaya Tatar Sunda, Ki Maher bersama para aktivis lingkungan ingin membangkitkan kembali kesadaran kolektif masyarakat.
Sarasehan ini menjadi ruang dialog lintas daerah, lintas generasi, dan lintas latar belakang untuk menyatukan kegelisahan yang sama.
Kegiatan ini dihadiri ratusan aktivis lingkungan, budayawan, akademisi, hingga mahasiswa dari berbagai daerah di Jawa Barat.
Mereka datang dengan satu semangat: menyuarakan pentingnya menjaga alam sebagai bagian dari kehidupan.
Baca Juga: Bencana longsor di Cisarua Bandung Barat, puluhan rumah tertimbun dan 8 warga meninggal dunia
Ki Maher menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar acara seremonial, melainkan awal dari gerakan kesadaran yang lebih luas.
“Ini bukan acara sekali selesai. Ini gerakan kesadaran. Kita ingin mengingatkan kembali bahwa alam dan budaya itu satu kesatuan. Kalau alam rusak, maka peradaban juga akan runtuh,” ujarnya.
Harapan untuk masa depan
Ia berharap pesan-pesan yang disampaikan dalam Gunem Alam dapat menyebar luas dan menjadi semangat baru di tahun 2026, agar masyarakat kembali menempatkan alam sebagai bagian yang harus dijaga, bukan dieksploitasi.
“Kita ingin tahun ini menjadi titik balik. Alam harus dijaga, budaya harus dihidupkan kembali. Kalau bukan sekarang, kapan lagi?” pungkasnya.***
Artikel Terkait
Anak usaha IMPC gandeng dua perusahaan Jepang, ubah limbah plastik jadi bahan bangunan ramah lingkungan
Cak Imin desak evaluasi total kebijakan lingkungan: Kiamat sudah terjadi akibat kelalaian kita sendiri
Soal izin tambang dan buka lahan, WALHI sentil negara terkait pengawasan yang longgar: Seperti memfasilitasi kejahatan lingkungan
Anggota DPRD Subang H. Anharudin: Bencana Sumatera cermin kerusakan lingkungan
Novel Baswedan soroti penyebab banjir Sumatera: Izin tambang, perkebunan dan potensi korupsi dalam kerusakan lingkungan
Aktivis lingkungan Subang–Garut soroti kerusakan alam dan Blok Paseh, desak pemerintah ambil sikap tegas
Ratusan aktivis dan budayawan soroti krisis lingkungan nasional dalam Gunem Alam di Sumedang