Ki Maher: Bencana tak lagi bisa diprediksi, saatnya manusia kembali menjaga alam

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Minggu, 25 Januari 2026 | 16:11 WIB
Budayawan Garut, Ki Maher, menegaskan bahwa rangkaian bencana yang terjadi belakangan ini bukan sekadar peristiwa alam biasa, melainkan tanda nyata terjadinya kerusakan ekologi akibat ulah manusia sendiri, Sabtu 24 Januari 2026
Budayawan Garut, Ki Maher, menegaskan bahwa rangkaian bencana yang terjadi belakangan ini bukan sekadar peristiwa alam biasa, melainkan tanda nyata terjadinya kerusakan ekologi akibat ulah manusia sendiri, Sabtu 24 Januari 2026

Gunem alam, seruan kesadaran bersama

Melalui Gunem Alam dan Budaya Tatar Sunda, Ki Maher bersama para aktivis lingkungan ingin membangkitkan kembali kesadaran kolektif masyarakat.

Sarasehan ini menjadi ruang dialog lintas daerah, lintas generasi, dan lintas latar belakang untuk menyatukan kegelisahan yang sama.

Kegiatan ini dihadiri ratusan aktivis lingkungan, budayawan, akademisi, hingga mahasiswa dari berbagai daerah di Jawa Barat.

Mereka datang dengan satu semangat: menyuarakan pentingnya menjaga alam sebagai bagian dari kehidupan.

Baca Juga: Bencana longsor di Cisarua Bandung Barat, puluhan rumah tertimbun dan 8 warga meninggal dunia

Ki Maher menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar acara seremonial, melainkan awal dari gerakan kesadaran yang lebih luas.

“Ini bukan acara sekali selesai. Ini gerakan kesadaran. Kita ingin mengingatkan kembali bahwa alam dan budaya itu satu kesatuan. Kalau alam rusak, maka peradaban juga akan runtuh,” ujarnya.

Harapan untuk masa depan

Ia berharap pesan-pesan yang disampaikan dalam Gunem Alam dapat menyebar luas dan menjadi semangat baru di tahun 2026, agar masyarakat kembali menempatkan alam sebagai bagian yang harus dijaga, bukan dieksploitasi.

“Kita ingin tahun ini menjadi titik balik. Alam harus dijaga, budaya harus dihidupkan kembali. Kalau bukan sekarang, kapan lagi?” pungkasnya.***

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X