Anak usaha IMPC gandeng dua perusahaan Jepang, ubah limbah plastik jadi bahan bangunan ramah lingkungan

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Jumat, 24 Oktober 2025 | 01:22 WIB
Kolaborasi strategis SKI, anak perusahaan IMPC dengan Marubeni Indonesia dan DNP dalam pengolahan limbah plastik (IMPC)
Kolaborasi strategis SKI, anak perusahaan IMPC dengan Marubeni Indonesia dan DNP dalam pengolahan limbah plastik (IMPC)

GENMILENIAL.ID — Anak perusahaan PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC), yakni PT Sirkular Karya Indonesia (SKI), resmi menjalin kerja sama strategis dengan PT Marubeni Indonesia dan PT DNP Indonesia (DNP).

Kolaborasi ini difokuskan pada pengolahan limbah plastik menjadi material bahan bangunan berkelanjutan yang ramah lingkungan, dengan tujuan mengurangi polusi plastik sekaligus menciptakan produk yang dapat dijangkau oleh berbagai kalangan masyarakat.

Langkah tersebut juga menjadi wujud dukungan terhadap Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. 75 Tahun 2019 tentang Peta Jalan Pengurangan Sampah oleh Produsen.

Baca Juga: Usai Dedi Mulyadi klaim Pemda Jabar simpan dana giro di bank, Menkeu Purbaya: Malah lebih rugi lagi

Limbah DNP diolah ulang oleh SKI jadi produk bernilai tambah

Dalam kemitraan ini, limbah plastik hasil produksi DNP yang sebelumnya dimusnahkan melalui pembakaran suhu tinggi kini akan dialihkan untuk diolah oleh SKI.

Melalui teknologi sirkular yang dikembangkan, SKI mengolah limbah plastik tersebut menjadi produk bahan bangunan inovatif dan tahan lama yang diberi nama Alduro Roof (untuk atap) dan Alduro Board (untuk keperluan dinding dan interior).

Produk-produk tersebut akan dipasarkan secara nasional sebagai solusi konstruksi yang ramah lingkungan dan efisien biaya.

Baca Juga: China buka suara soal polemik utang kereta cepat Jakarta–Bandung, sebut proyek berjalan baik dan bawa dampak ekonomi positif

Akses untuk semua kalangan, harga lebih terjangkau

Melalui inovasi Alduro, SKI berupaya menghadirkan bahan bangunan yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga terjangkau bagi masyarakat dari berbagai lapisan ekonomi.

“Inisiatif ini mencerminkan semangat kami untuk memimpin perubahan menuju industri yang lebih berkelanjutan,” ujar Sugiarto Romeli, Direktur Utama PT Sirkular Karya Indonesia, Kamis, 23 Oktober 2025.

“Melalui pendekatan kolaboratif dan teknologi pengolahan material daur ulang, kami percaya limbah bukanlah akhir dari siklus, melainkan awal dari nilai baru yang dapat kita ciptakan bersama,” lanjutnya.

Baca Juga: Presiden Prabowo restui pembentukan Ditjen Pesantren, Kemenag sambut baik untuk konsolidasi nasional

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X