Cak Imin desak evaluasi total kebijakan lingkungan: Kiamat sudah terjadi akibat kelalaian kita sendiri

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Selasa, 2 Desember 2025 | 23:32 WIB
Menko PM, Cak Imin mengaku telah mengirim surat kepada sejumlah Menteri mendesak evaluasi kebijakan terkait bencana di Sumatera (Dok. Kemenko Pemberdayaan Masyarakat)
Menko PM, Cak Imin mengaku telah mengirim surat kepada sejumlah Menteri mendesak evaluasi kebijakan terkait bencana di Sumatera (Dok. Kemenko Pemberdayaan Masyarakat)

GENMILENIAL.ID — Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, meminta pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh kebijakan yang berkaitan dengan bencana banjir bandang dan longsor di Sumatera.

Ia menilai bencana besar yang melanda Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh bukan semata akibat cuaca ekstrem, melainkan dampak lama dari kerusakan lingkungan.

Surati 3 menteri, minta evaluasi menyeluruh

Cak Imin mengungkapkan telah mengirim surat resmi kepada Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, serta Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurrofiq.

Baca Juga: Material kayu gelondongan terbawa banjir di Sumatera, DPR sebut ada masalah serius di hulu dan desak evaluasi kehutanan

Surat itu meminta ketiga kementerian melakukan evaluasi total atas kebijakan kehutanan, tata ruang, eksploitasi SDA, serta mitigasi bencana.

“Hari ini saya berkirim surat ke Menteri Kehutanan, Menteri ESDM, Menteri Lingkungan Hidup untuk bersama-sama evaluasi total seluruh kebijakan,” ujarnya di Bandung, Senin, 1 Desember 2025.

“Kalau bahasa NU-nya taubatan nasuha,” lanjutnya.

Bencana disebut bukan semata faktor alam

Menurut Cak Imin, tragedi banjir dan longsor di Sumatera merupakan akumulasi dari kerusakan lingkungan yang berlangsung lama.

Baca Juga: Zulhas tanggapi kritik penanganan bencana Sumatera: Akses sulit, arahan Presiden harus gerak cepat di lapangan

Ia menilai bencana yang beruntun ini menjadi alarm keras agar pemerintah memperbaiki tata kelola kawasan hulu.

“Ancaman bencana itu ada di depan mata kita akibat dua hal. Yang pertama, lingkungan kita kritis akibat kesalahan kita sendiri,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa rendahnya antisipasi dan perencanaan membuat kerentanan bencana semakin tinggi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X