GENMILENIAL.ID — Ratusan aktivis lingkungan dan budayawan dari berbagai daerah di Jawa Barat menghadiri kegiatan Gunem Alam dan Budaya Tatar Sunda, sebuah sarasehan tahun baru yang mengangkat isu krisis lingkungan yang kian meluas secara nasional.
Kegiatan yang digelar di Gedung Negara Kabupaten Sumedang, Sabtu 24 Januari 2026, ini menjadi ruang temu para pegiat lingkungan, budayawan, akademisi, politisi, hingga mahasiswa untuk menyuarakan kegelisahan bersama atas kerusakan alam yang kian parah dan berpotensi menimbulkan dampak luas yang sulit dikendalikan.
Dibuka wakil Bupati Sumedang
Sarasehan ini dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Sumedang, Fajar Aldilla, mewakili Pemerintah Kabupaten Sumedang.
Baca Juga: 82 Orang masih hilang usai longsor di Bandung Barat, kesaksian warga ungkap dentuman keras dari hulu
Sebelumnya, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir dijadwalkan menjadi salah satu pembicara utama dan telah menyambut langsung panitia serta para aktivis lingkungan pada Jumat malam 23 Januari 2026. Namun pada hari pelaksanaan, Bupati berhalangan hadir karena agenda kedinasan.
Selain itu, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, juga semula dijadwalkan menjadi pembicara sentral. Namun kehadirannya batal karena harus menangani bencana alam yang terjadi di wilayah Bandung Barat.
Ratusan aktivis dari berbagai daerah
Kegiatan ini diprakarsai oleh para aktivis lingkungan dari Subang dan Garut, serta didukung penuh oleh Pemerintah Kabupaten Sumedang sebagai tuan rumah.
Baca Juga: Momen terakhir Lula Lahfah bersama Reza Arap, konten 'At Least' jadi kenangan terakhir sebelum wafat
Sedikitnya 250 peserta hadir, terdiri dari aktivis lingkungan, budayawan, politisi, anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, akademisi, mahasiswa, hingga tokoh masyarakat.
Peserta datang dari berbagai daerah seperti Sumedang, Subang, Garut, Majalengka, Kuningan, Tasikmalaya, Sukabumi, Bogor, Cianjur, Indramayu, Banten, hingga DKI Jakarta.
Kegiatan ini juga didukung oleh tokoh masyarakat Subang Urip Soeprianto (Bos Urip) sebagai sponsor utama, yang konsisten mendorong gerakan kepedulian terhadap lingkungan dan budaya.
Soroti kerusakan alam yang kian mengkhawatirkan
Artikel Terkait
Anak usaha IMPC gandeng dua perusahaan Jepang, ubah limbah plastik jadi bahan bangunan ramah lingkungan
Shell Indonesia luncurkan Shell Helix Ultra terbaru, pelumas premium dengan teknologi mutakhir dan ramah lingkungan
Cak Imin desak evaluasi total kebijakan lingkungan: Kiamat sudah terjadi akibat kelalaian kita sendiri
Soal izin tambang dan buka lahan, WALHI sentil negara terkait pengawasan yang longgar: Seperti memfasilitasi kejahatan lingkungan
Anggota DPRD Subang H. Anharudin: Bencana Sumatera cermin kerusakan lingkungan
Novel Baswedan soroti penyebab banjir Sumatera: Izin tambang, perkebunan dan potensi korupsi dalam kerusakan lingkungan
Aktivis lingkungan Subang–Garut soroti kerusakan alam dan Blok Paseh, desak pemerintah ambil sikap tegas