Ratusan aktivis dan budayawan soroti krisis lingkungan nasional dalam Gunem Alam di Sumedang

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Minggu, 25 Januari 2026 | 15:32 WIB
Sarasehan tahun baru Gunem Alam dan Budaya Tatar Sunda di Kabupaten Sumedang dibuka oleh Wakil Bupati Sumedang, Fajar Aldilla dan dihadiri ratusan aktivis dan budayawan dari berbagai daerah di Jawa Barat, Sabtu 24 Januari 2026
Sarasehan tahun baru Gunem Alam dan Budaya Tatar Sunda di Kabupaten Sumedang dibuka oleh Wakil Bupati Sumedang, Fajar Aldilla dan dihadiri ratusan aktivis dan budayawan dari berbagai daerah di Jawa Barat, Sabtu 24 Januari 2026

GENMILENIAL.ID — Ratusan aktivis lingkungan dan budayawan dari berbagai daerah di Jawa Barat menghadiri kegiatan Gunem Alam dan Budaya Tatar Sunda, sebuah sarasehan tahun baru yang mengangkat isu krisis lingkungan yang kian meluas secara nasional.

Kegiatan yang digelar di Gedung Negara Kabupaten Sumedang, Sabtu 24 Januari 2026, ini menjadi ruang temu para pegiat lingkungan, budayawan, akademisi, politisi, hingga mahasiswa untuk menyuarakan kegelisahan bersama atas kerusakan alam yang kian parah dan berpotensi menimbulkan dampak luas yang sulit dikendalikan.

Dibuka wakil Bupati Sumedang

Sarasehan ini dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Sumedang, Fajar Aldilla, mewakili Pemerintah Kabupaten Sumedang.

Baca Juga: 82 Orang masih hilang usai longsor di Bandung Barat, kesaksian warga ungkap dentuman keras dari hulu

Sebelumnya, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir dijadwalkan menjadi salah satu pembicara utama dan telah menyambut langsung panitia serta para aktivis lingkungan pada Jumat malam 23 Januari 2026. Namun pada hari pelaksanaan, Bupati berhalangan hadir karena agenda kedinasan.

Selain itu, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, juga semula dijadwalkan menjadi pembicara sentral. Namun kehadirannya batal karena harus menangani bencana alam yang terjadi di wilayah Bandung Barat.

Ratusan aktivis dari berbagai daerah

Kegiatan ini diprakarsai oleh para aktivis lingkungan dari Subang dan Garut, serta didukung penuh oleh Pemerintah Kabupaten Sumedang sebagai tuan rumah.

Baca Juga: Momen terakhir Lula Lahfah bersama Reza Arap, konten 'At Least' jadi kenangan terakhir sebelum wafat

Sedikitnya 250 peserta hadir, terdiri dari aktivis lingkungan, budayawan, politisi, anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, akademisi, mahasiswa, hingga tokoh masyarakat.

Peserta datang dari berbagai daerah seperti Sumedang, Subang, Garut, Majalengka, Kuningan, Tasikmalaya, Sukabumi, Bogor, Cianjur, Indramayu, Banten, hingga DKI Jakarta.

Kegiatan ini juga didukung oleh tokoh masyarakat Subang Urip Soeprianto (Bos Urip) sebagai sponsor utama, yang konsisten mendorong gerakan kepedulian terhadap lingkungan dan budaya.

Soroti kerusakan alam yang kian mengkhawatirkan

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X