82 Orang masih hilang usai longsor di Bandung Barat, kesaksian warga ungkap dentuman keras dari hulu

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Sabtu, 24 Januari 2026 | 23:32 WIB
Menyoroti kesaksian korban yang selamat dari insiden longsor yang melanda wilayah Cisarua, Bandung Barat, pada Sabtu, 24 Januari 2026 (Instagram.com/@asarhumanity)
Menyoroti kesaksian korban yang selamat dari insiden longsor yang melanda wilayah Cisarua, Bandung Barat, pada Sabtu, 24 Januari 2026 (Instagram.com/@asarhumanity)

GENMILENIAL.ID — Bencana longsor melanda Kampung Pasir Kuning RW 10 dan RW 11, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, pada Sabtu, 24 Januari 2026, sekitar pukul 03.00 WIB.

Peristiwa ini mengakibatkan puluhan rumah tertimbun material tanah dari tebing di sekitar permukiman warga.

Berdasarkan laporan di lapangan, sedikitnya 20 rumah terdampak longsor akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut selama dua hari berturut-turut, disertai angin kencang.

Baca Juga: Momen terakhir Lula Lahfah bersama Reza Arap, konten 'At Least' jadi kenangan terakhir sebelum wafat

Hingga Sabtu siang, sebanyak 82 orang dilaporkan masih hilang, sementara proses pencarian terus dilakukan oleh tim gabungan.

34 Keluarga terdampak, 8 orang ditemukan meninggal

Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, mengungkapkan bahwa total terdapat 34 keluarga atau sekitar 113 jiwa yang terdampak dalam peristiwa tersebut.

“Dari jumlah itu, 23 orang berhasil selamat, 8 orang ditemukan meninggal dunia, dan 82 lainnya masih dalam pencarian,” ujar Jeje saat ditemui di lokasi kejadian, Sabtu, 24 Januari 2026.

Baca Juga: Bencana longsor di Cisarua Bandung Barat, puluhan rumah tertimbun dan 8 warga meninggal dunia

Operasi pencarian dan penyelamatan melibatkan unsur TNI, Polri, BPBD, perangkat desa, serta relawan dari berbagai daerah.

Status darurat bencana ditetapkan

Melihat besarnya dampak bencana, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat menetapkan status darurat bencana.

Jeje menjelaskan, medan yang curam serta akses menuju lokasi yang sulit menjadi tantangan utama dalam proses evakuasi.

“Saat ini korban yang selamat ditempatkan di posko pengungsian, sebagian lainnya tinggal sementara di rumah kerabat,” jelasnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X