Ratusan aktivis dan budayawan soroti krisis lingkungan nasional dalam Gunem Alam di Sumedang

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Minggu, 25 Januari 2026 | 15:32 WIB
Sarasehan tahun baru Gunem Alam dan Budaya Tatar Sunda di Kabupaten Sumedang dibuka oleh Wakil Bupati Sumedang, Fajar Aldilla dan dihadiri ratusan aktivis dan budayawan dari berbagai daerah di Jawa Barat, Sabtu 24 Januari 2026
Sarasehan tahun baru Gunem Alam dan Budaya Tatar Sunda di Kabupaten Sumedang dibuka oleh Wakil Bupati Sumedang, Fajar Aldilla dan dihadiri ratusan aktivis dan budayawan dari berbagai daerah di Jawa Barat, Sabtu 24 Januari 2026

Ketua Pokja Alam dan Budaya Cimanuk–Cipunagara, Muhammad Amin Muhyidin (Jhon), menjelaskan bahwa sarasehan ini lahir dari kegelisahan kolektif atas kerusakan alam yang terus terjadi.

Baca Juga: Bencana longsor di Cisarua Bandung Barat, puluhan rumah tertimbun dan 8 warga meninggal dunia

“Isu utamanya adalah gunung, mata air, dan sungai. Ketiganya sangat menentukan kehidupan manusia. Jika hutan rusak, mata air hilang, dan sungai tercemar, maka dampaknya pasti kembali kepada manusia,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan ini menjadi upaya membangun kesadaran bersama agar masyarakat kembali menjaga alam sebagaimana diwariskan para leluhur.

Alam dan budaya tak terpisahkan

Panitia pelaksana sekaligus budayawan asal Garut, Ki Maher, menegaskan bahwa kerusakan lingkungan tidak bisa dilepaskan dari lunturnya nilai budaya.

“Banjir, longsor, dan cuaca ekstrem adalah tanda kerusakan ekologi. Kita ingin mengajak masyarakat kembali kepada nilai budaya yang memuliakan alam. Alam dan budaya itu satu kesatuan,” jelasnya.

Baca Juga: Bupati Subang bagikan seragam sekolah gratis di Desa Cibalandong, fokus dukung pendidikan anak

Ia menambahkan, Gunem Alam dan Budaya Tatar Sunda akan dijadikan agenda tahunan dan digelar bergiliran di berbagai daerah sebagai gerakan kesadaran lingkungan berkelanjutan.

“Ini bukan sekadar acara seremonial, tapi gerakan kesadaran bersama untuk menjaga alam demi masa depan,” pungkasnya.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X