Ketua Pokja Alam dan Budaya Cimanuk–Cipunagara, Muhammad Amin Muhyidin (Jhon), menjelaskan bahwa sarasehan ini lahir dari kegelisahan kolektif atas kerusakan alam yang terus terjadi.
Baca Juga: Bencana longsor di Cisarua Bandung Barat, puluhan rumah tertimbun dan 8 warga meninggal dunia
“Isu utamanya adalah gunung, mata air, dan sungai. Ketiganya sangat menentukan kehidupan manusia. Jika hutan rusak, mata air hilang, dan sungai tercemar, maka dampaknya pasti kembali kepada manusia,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan ini menjadi upaya membangun kesadaran bersama agar masyarakat kembali menjaga alam sebagaimana diwariskan para leluhur.
Alam dan budaya tak terpisahkan
Panitia pelaksana sekaligus budayawan asal Garut, Ki Maher, menegaskan bahwa kerusakan lingkungan tidak bisa dilepaskan dari lunturnya nilai budaya.
“Banjir, longsor, dan cuaca ekstrem adalah tanda kerusakan ekologi. Kita ingin mengajak masyarakat kembali kepada nilai budaya yang memuliakan alam. Alam dan budaya itu satu kesatuan,” jelasnya.
Baca Juga: Bupati Subang bagikan seragam sekolah gratis di Desa Cibalandong, fokus dukung pendidikan anak
Ia menambahkan, Gunem Alam dan Budaya Tatar Sunda akan dijadikan agenda tahunan dan digelar bergiliran di berbagai daerah sebagai gerakan kesadaran lingkungan berkelanjutan.
“Ini bukan sekadar acara seremonial, tapi gerakan kesadaran bersama untuk menjaga alam demi masa depan,” pungkasnya.***
Artikel Terkait
Anak usaha IMPC gandeng dua perusahaan Jepang, ubah limbah plastik jadi bahan bangunan ramah lingkungan
Shell Indonesia luncurkan Shell Helix Ultra terbaru, pelumas premium dengan teknologi mutakhir dan ramah lingkungan
Cak Imin desak evaluasi total kebijakan lingkungan: Kiamat sudah terjadi akibat kelalaian kita sendiri
Soal izin tambang dan buka lahan, WALHI sentil negara terkait pengawasan yang longgar: Seperti memfasilitasi kejahatan lingkungan
Anggota DPRD Subang H. Anharudin: Bencana Sumatera cermin kerusakan lingkungan
Novel Baswedan soroti penyebab banjir Sumatera: Izin tambang, perkebunan dan potensi korupsi dalam kerusakan lingkungan
Aktivis lingkungan Subang–Garut soroti kerusakan alam dan Blok Paseh, desak pemerintah ambil sikap tegas