ESAI: Manusia, modern yang kehilangan prinsip tartil

photo author
Redaksi, Genmilenial
- Rabu, 26 Agustus 2026 | 06:29 WIB
Kundrat Kanda Permana, Cendikiawan muda dan pemerhati sosial
Kundrat Kanda Permana, Cendikiawan muda dan pemerhati sosial

Petani tidak bisa memaksa benih menjadi pohon dalam sehari. Pebisnis tidak bisa melompati proses perencanaan, eksekusi, dan evaluasi. Begitupun seorang Guru tidak bisa mendidik murid tanpa kurikulum yang tersusun.

Banyak kegagalan bukan karena manusia tidak memiliki kemampuan, tetapi karena manusia tidak sabar menjalani proses.

Kita ingin hasil tanpa tahapan. Ingin panen tanpa menanam. Ingin sukses tanpa membangun. Ingin perubahan tanpa proses.

Padahal alam telah menunjukkan hukum yang sederhana, segala sesuatu yang tumbuh membutuhkan waktu.

Baca Juga: Kinerja air bersih diakui nasional, Perumda Tirta Rangga Subang raih TOP BUMD 2026

Mungkin problem terbesar manusia modern bukan karena hidup terlalu lambat, melainkan karena kita telah kehilangan kemampuan untuk hidup secara bertahap.

Dan ketika manusia kehilangan tartil, ia bukan hanya kehilangan kesabaran.

Ia kehilangan keselarasan dengan hukum kehidupan.

Kundrat Kanda Permana - Cendikiawan muda dan pemerhati sosial

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

ESAI: Feodalisme warisan budaya materi

Kamis, 13 Agustus 2026 | 17:45 WIB

ESAI: Berkah Tuhan vs monopoli materi

Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:44 WIB

ESAI: Pada hari kemerdekaan, biarkan pekerja pulang

Sabtu, 8 Agustus 2026 | 01:26 WIB

ESAI: Mengapa kita harus menulis

Senin, 1 Juni 2026 | 14:45 WIB

ESAI: Literasi dan aktivisme

Sabtu, 31 Januari 2026 | 07:22 WIB

ESAI: Puisi Chairil Anwar dan filsafat eksistensialisme

Selasa, 30 Desember 2025 | 11:59 WIB

ESAI: Pilar keempat demokrasi, menjaga akal sehat publik

Selasa, 23 Desember 2025 | 23:52 WIB
X