Petani tidak bisa memaksa benih menjadi pohon dalam sehari. Pebisnis tidak bisa melompati proses perencanaan, eksekusi, dan evaluasi. Begitupun seorang Guru tidak bisa mendidik murid tanpa kurikulum yang tersusun.
Banyak kegagalan bukan karena manusia tidak memiliki kemampuan, tetapi karena manusia tidak sabar menjalani proses.
Kita ingin hasil tanpa tahapan. Ingin panen tanpa menanam. Ingin sukses tanpa membangun. Ingin perubahan tanpa proses.
Padahal alam telah menunjukkan hukum yang sederhana, segala sesuatu yang tumbuh membutuhkan waktu.
Baca Juga: Kinerja air bersih diakui nasional, Perumda Tirta Rangga Subang raih TOP BUMD 2026
Mungkin problem terbesar manusia modern bukan karena hidup terlalu lambat, melainkan karena kita telah kehilangan kemampuan untuk hidup secara bertahap.
Dan ketika manusia kehilangan tartil, ia bukan hanya kehilangan kesabaran.
Ia kehilangan keselarasan dengan hukum kehidupan.
Kundrat Kanda Permana - Cendikiawan muda dan pemerhati sosial
Artikel Terkait
Sastra Persia: Jejak spiritual dan budaya dari peradaban kuno hingga sufi modern
Dompet digital: Cara baru atur keuangan dan belanja di era modern
3 Prinsip investasi abadi Benjamin Graham: Warisan untuk investor modern
CoreLab Promedia 2025 siap sambangi Unesa, mahasiswa diberi wawasan content creator dan jurnalisme modern
Dilema pendidikan Islam modern: Lembaga yang kaku atau murid yang problematis?
ESAI: Feodalisme warisan budaya materi
ESAI: Keracunan MBG terus berulang, pecah dapur 3.000 porsi, sebarkan manfaat ekonominya