ESAI: Sebuah upaya mengembalikan hati ke pusat peradaban

photo author
Redaksi, Genmilenial
- Jumat, 20 Februari 2026 | 18:12 WIB
Fileski Walidha Tanjung, Penulis
Fileski Walidha Tanjung, Penulis

Baca Juga: Blak-blakan! Dugaan pelanggaran IUP Tumpang Pitu, eks Bupati Banyuwangi disorot pegiat antikorupsi

Mengembalikan hati ke pusat peradaban bukan proyek romantik, melainkan kebutuhan mendesak. Tanpa hati yang hidup, sistem secanggih apapun akan kehilangan ruh.

Jika benar manusia diciptakan untuk menjadi rahmat, maka setiap tindakan kita seharusnya menambah cahaya, bukan mempertebal gelap.

Mungkin di tengah dunia yang riuh oleh angka dan ambisi, revolusi paling sunyi namun paling dahsyat adalah revolusi hati. Dan barangkali, dari sanalah peradaban yang lebih adil dan penuh kasih dapat kembali tumbuh.

Fileski Walidha Tanjung adalah penulis dan pendidik kelahiran Madiun 1988. Aktif menulis esai, puisi, cerpen di berbagai media nasional. Masuk profil Undagi dari Balai Bahasa Jawa Timur tahun 2026.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

ESAI: Mengapa kita harus menulis

Senin, 1 Juni 2026 | 14:45 WIB

ESAI: Literasi dan aktivisme

Sabtu, 31 Januari 2026 | 07:22 WIB

ESAI: Puisi Chairil Anwar dan filsafat eksistensialisme

Selasa, 30 Desember 2025 | 11:59 WIB

ESAI: Pilar keempat demokrasi, menjaga akal sehat publik

Selasa, 23 Desember 2025 | 23:52 WIB

ESAI: Subang menyala, tak gelap!

Minggu, 16 November 2025 | 18:34 WIB

ESAI: Benarkah guru 'terjepit dan katempuhan'?

Selasa, 21 Oktober 2025 | 14:09 WIB
X