Saya tidak pernah bisa menghitung dengan pasti sudah berapa kali saya naik ojol sejak pertama kali aplikasi hijau dan oranye itu menghiasi layar ponsel orang-orang di Jakarta.
Kalau harus jujur, mungkin sudah ribuan kali. Kadang jaraknya hanya 10,5 kilometer, perjalanan dari rumah kontrakan ke stasiun kereta.
Kadang jauh, menyusuri beberapa provinsi sekaligus (Tangerang Banten -Jakarta - Depok /Bekasi Jawa Barat).
Di antara perjalanan-perjalanan itu, saya menemukan sesuatu yang lebih dari sekadar moda transportasi murah dan cepat.
Baca Juga: Aksi demo guncang pasar: IHSG rontok hampir 2 persen, investor waspada level 7.750
Saya menemukan potongan hidup, percakapan rawan canggung yang bisa berubah jadi intim dalam 10 menit, juga wajah-wajah manusia Jakarta yang membawa seluruh beban kotanya di balik helm dan jaket lusuh.
Di kursi belakang motor itulah saya sering merasa Jakarta menyingkapkan dirinya tanpa basa-basi.
Angin sore yang membawa aroma gorengan dari pinggir jalan, klakson beruntun di lampu merah, tawa kecil pengemudi yang bercerita tentang anaknya kelas dua SD yang baru bisa mengaji.
Ada pula yang hanya diam, memilih biar suara mesin saja yang mengisi udara.
Setiap perjalanan adalah fragmen, kadang banal, kadang mengejutkan, dan bagi saya, fragmen-fragmen itu membentuk bahan mentah bagi puisi, esai, dan cerpen.
Saya mulai mengoleksi kalimat-kalimat yang lahir dari jok belakang motor: sebuah “antologi tak tertulis” yang mengiringi saya sepanjang jalan.
Sosiolog kota Henri Lefebvre pernah menulis tentang 'the right to the city' hak untuk memiliki, mengubah, dan menafsirkan ruang kota.
Bagi saya, ojol adalah manifestasi paling sehari-hari dari hak itu. Mereka bukan sekadar penyedia jasa, melainkan mediator antara saya dan Jakarta.
Artikel Terkait
ESAI: Sastrawan, budayawan, dan pertautan yang tak pernah usai
Suara bergetar saat mendoakan, Pasha Ungu melayat ke rumah driver ojol korban rantis Brimob: Tetap harus ada yang bertanggung jawab
7 Anggota Brimob diamankan terkait driver ojol yang tewas dilindas mobil rantis, Kadiv Propam Polri janji usut transparan
Prabowo perintahkan investigasi transparan insiden ojol Affan Kurniawan
Soal driver ojol tewas dilindas rantis Brimob, Mahfud MD sebut kesalahan bukan di pendemo dan anggota
Anies Baswedan melayat ke rumah duka Affan Kurniawan hingga antar pemakaman, ibu korban menangis histeris
Transparansi dan tindakan tegas, polisi hadapi demonstran usai insiden Affan