Aksi demo guncang pasar: IHSG rontok hampir 2 persen, investor waspada level 7.750

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Jumat, 29 Agustus 2025 | 17:29 WIB
Ilustrasi - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) disebut melemah akibat aksi unjuk rasa (Unsplash/rubensukatendel)
Ilustrasi - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) disebut melemah akibat aksi unjuk rasa (Unsplash/rubensukatendel)

GENMILENIAL.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan berat pada perdagangan Jumat 29 Agustus 2025. 

Hingga pukul 10.11 WIB, IHSG anjlok 156,44 poin atau 1,97 persen dan bertengger di level 7.795,64.

Pelemahan ini dinilai sebagai salah satu koreksi tajam yang dipicu faktor domestik, terutama situasi politik dan keamanan yang memanas akibat aksi demonstrasi di berbagai titik.

Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menjelaskan bahwa gejolak pasar hari ini tidak bisa dilepaskan dari faktor unjuk rasa yang berlangsung sejak beberapa waktu terakhir.

Baca Juga: Prabowo kecewa tindakan aparat, pastikan keluarga ojol Affan dapat perlindungan dan penegakan hukum tegas

Menurutnya, investor cenderung mengambil sikap hati-hati di tengah ketidakpastian situasi nasional.

“IHSG pada hari ini dibuka melemah karena berkaitan erat dengan adanya aksi demonstrasi belakangan ini terutama pada hari ini,” ujarnya di Jakarta, Jumat 29 Agustus 2025. 

Lebih jauh, Nafan menyinggung tren musiman yang memang kerap menekan pasar pada periode September.

Dalam lima tahun terakhir, performa IHSG di bulan tersebut rata-rata cenderung negatif atau bearish.

Baca Juga: Transparansi dan tindakan tegas, polisi hadapi demonstran usai insiden Affan

Meski begitu, ia menilai peluang rebound masih ada, terutama memasuki kuartal keempat ketika faktor fundamental biasanya lebih mendukung.

Namun, ia mengingatkan bahwa area psikologis 7.750 menjadi batas krusial.

“Apabila IHSG konsisten diperdagangkan di bawah 7.750, maka potensi bearish consolidation phase terbuka lebar,” jelasnya.

Dari faktor eksternal, sebenarnya pasar memiliki dukungan positif.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X