Alhamdulillah, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang kita cintai berusia 80 tahun tahun 2025.
Nama atau terminologi 'Indonesia' berasal dari seorang etnolog Jerman bernama Adolf Bastian pada tahun 1884 dalam bukunya, Indonesien oder die Inseln des Malayischen Archipels.
Kemerdekaan Indonesia diraih dengan penuh keringat, darah, nyawa, raga, harta dan tenaga dari pahlawan pergerakan, kemerdekaan, dan revolusi.
Apa motivasi tertinggi sehingga Indonesia dapat meraih kemerdekaannya? Jawabannya adalah cinta (love).
Baca Juga: Viral, Istana imbau warga hentikan aktivitas 3 menit saat HUT RI ke-80
Kecintaan terhadap tanah air, bangsa dan negara adalah kunci dari dari kemerdekaan yang kita raih.
Kecintaan terhadap tanah air atau nasionalisme merupakan akar dari seluruh perjuangan rakyat Indonesia baik di masa pergerakan, kemerdekaan dan revolusi.
Dalam hidup ini ada tiga cinta yang sejatinya harus kita tanamkan. Pertama cinta terhadap orang tua yang telah melahirkan dan membesarkan kita (family), cinta terhadap guru kita yang telah mendidik secara formal (school) dan cinta terhadap tempat atau lingkungan kita dilahirkan dan dibesarkan (homeland).
Dalam konteks bernegara (state) maka sebagai warga negara kita semua dilahirkan di tanah air Indonesia atau warga negara Indonesia. Mencintai tanah air atau secara singkatnya dimaknai sebagai sebuah patriotisme.
Baca Juga: Motif sakit hati, polisi ungkap kasus pembunuhan di Subang dalam 1x24 jam
Mencintai Indonesia sebagai sebuah tanah kelahiran (homeland) adalah sebuah kewajiban (duty) bagi warga negaranya.
Di tengah tengah dinamika situasi politik, sosial, budaya, ekonomi dan pertahanan keamanan yang semakin dinamis maka mencintai Indonesia harus terus ditumbuhkan di tengah tengah banyak kekecewaan terhadap realitas penegakan hukum yang belum optimal, korupsi yang masih menggurita dan menjajah mental beberapa kaum elit di jajaran pemerintahan dan birokrasi.
Mencintai Indonesia juga ditantang dengan kecemburuan terhadap disparitas atau gap yang masih menganga antara orang kaya (the have), konglomerat, elit dan pola hidup pamer (flexing) yang diekspose oleh beberapa public figure.
Namun demikian jangan lelah untuk terus mencintai Indonesia apa adanya dan terus menumbuhkan rasa cinta terhadap Indonesia.
Artikel Terkait
Paskibraka, pengibar bendera merah putih simbol patriotisme dan kebanggan nasional
CEO Promedia Agus Sulistriyono ungkap Hari Pers Nasional jadi momen penting menghargai dedikasi dan kerja keras para jurnalis di tanah air
Pengusaha top tanah air apresiasi Menteri PKP Maruarar Sirait dalam dukung program Prabowo, James Riady: Pak menteri mau turun ke lapangan!
Fenomena bendera One Piece di Hari Kemerdekaan, simbol kritik atau degradasi nasionalisme?
ESAI: Sastrawan, budayawan, dan pertautan yang tak pernah usai
Merah Putih berkibar di kawasan bekas longsor, Warna Alam dan Perhutani gaungkan pesan cinta tanah air dan peduli lingkungan
Pertarungan tanggal kemerdekaan: Dari rencana 24 Agustus hingga lahirnya 17 Agustus 1945