ESAI: Menyoal SPMB dan upaya pembentukan karakter siswa

photo author
Redaksi, Genmilenial
- Sabtu, 5 Juli 2025 | 17:02 WIB
Ucu S.S, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMPN 6 Subang
Ucu S.S, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMPN 6 Subang

1. Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) dengan penyelarasan 8 (delapan) nilai utama karakter bangsa yang menekankan pada penguatan nilai-nilai karakter yang meliputi religius, nasionalis, mandiri, gotong royong, dan integritas dengan harmonisasi olah hati, olah pikir, olah rasa, dan olah raga melalui upaya menyeimbangkan potensi siswa secara holistik melalui berbagai kegiatan.

2. Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.

3. Kegiatan Pembiasaan, diantaranya meliputi pagi ceria, upacara bendera, peringatan hari besar nasional, menyanyikan lagu wajib nasional, berdoa dan lain.

4. Kegiatan Ekstrakurikuler seperti pramuka, PMR, paskibra, dan kegiatan keagamaan dan lainnya.

Baca Juga: Del Monte ajukan bangkrut, terkapar utang Rp19 triliun dan perubahan gaya konsumen

Selain dari menejemen kegiatan Pendidikan yang dilaksanakan oleh sekolah, ujung tombak dari hal di atas adalah guru.

Guru harus mampu menuntun peserta didiknya, memiliki kedekatan dengan peserta didik dan menghadirkan pembelajaran yang mendalam, bermakna dan menyenangkan bagi peserta didik.

Guru harus melaksanakan pembelajaran berdiferensi, pembelajaran berbasis projek dengan keterlibatan aktif dari siswa. Guru hadir dan dirindukan oleh siswanya.

Dari sekelumit yang telah dibahas di atas, tentunya pelaksanaan penerimaan murid baru yang sedang dalam proses saat ini memang sangat menjadi perhatian, namun di sisi lain perlu diperhatikan pula terutama mengenai bagaimana pembentukan karakter yang memang bangsa ini rindukan setelah proses SPMB ini berlangsung.

Baca Juga: KPK telusuri skema fee proyek di MPR, eks Sekjen Ma’aruf Cahyono diduga terima gratifikasi Rp17 miliar

Kita seyogyanya tidak melulu membahas kekurangan dari sistem penerimaan siswa baru saat ini saja yang memang membutuhkan proses.

Biarkan sistem penerimaan siswa ini berjalan dengan baik dulu sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan dengan prinsip objektif, transparan, akuntabel, berkeadilan, dan tanpa diskriminasi.

Meskipun tidak bisa kita mungkiri masih banyak kekurangan yang menimbulkan cenah perilaku negatif.

Evaluasi mengenai perbaikan akan kemudian dilakukan dikemudian hari berdasarkan hal-hal tersebut oleh pemerintah, terutama Kementerian terkait.

Semoga sistem penerimaan murid baru saat ini dapat menjadi proses dan mengantarkan siswa untuk memiliki karakter yang lebih hebat yang bangsa ini rindukan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

ESAI: Mengapa kita harus menulis

Senin, 1 Juni 2026 | 14:45 WIB

ESAI: Literasi dan aktivisme

Sabtu, 31 Januari 2026 | 07:22 WIB

ESAI: Puisi Chairil Anwar dan filsafat eksistensialisme

Selasa, 30 Desember 2025 | 11:59 WIB

ESAI: Pilar keempat demokrasi, menjaga akal sehat publik

Selasa, 23 Desember 2025 | 23:52 WIB

ESAI: Subang menyala, tak gelap!

Minggu, 16 November 2025 | 18:34 WIB

ESAI: Benarkah guru 'terjepit dan katempuhan'?

Selasa, 21 Oktober 2025 | 14:09 WIB
X