Menjaga api kesadaran
Aktivisme yang lahir dari kaum intelektual dan akademisi adalah pilar penting dalam menjaga kesehatan demokrasi.
Ia adalah suara hati nurani, sekaligus koreksi terhadap kekuasaan yang lupa batas.
Dalam dunia yang penuh kebisingan, aktivis intelektual harus tetap menyuarakan kebenaran, tenang, tajam, dan tak gentar.
Dan di tengah zaman yang berubah cepat, pertanyaannya bukan lagi siapa yang berkuasa.
Tapi siapa yang masih punya keberanian untuk berpikir, bersuara, dan bertindak demi kebaikan bersama.
Yaya Suryana, Jurnalis dan Alumni Universitas Indraprasta PGRI Jakarta
Artikel Terkait
Penyair Wiji Thukul dan tujuh puisi perlawanan terhadap ketidakadilan
Sinopsis buku Soe Hok Gie 'Orang-orang di Persimpangan Kiri Jalan'
Zaman Peralihan, merenung karya Soe Hok Gie dalam gelombang perubahan
Sinopsis buku 'Di Bawah Lentera Merah' karya Soe Hok Gie
ESAI: Aktivis tanpa karya, ibarat obor tanpa api
Soe Hok Gie dan relevansi gerakan mahasiswa hari ini
Menjadi manusia Indonesia dalam pandangan Pramoedya Ananta Toer