ESAI: Menemukan makna kehidupan ala Hector Garcia dan Francesc Miralles

photo author
Redaksi, Genmilenial
- Selasa, 13 Mei 2025 | 06:46 WIB
Muhamad Mirhosaini, Pengasuh Pondok Modern Assalam
Muhamad Mirhosaini, Pengasuh Pondok Modern Assalam

Dewasa ini, ditemukan sebuah fakta menarik dimana angka kematian akibat bunuh diri terus meningkat dari waktu ke waktu di Negara Indonesia bahkan dunia.

Di era digitalisasi ini dimana teknologi dan informasi sangat mudah sekali kita temukan, ternyata memberikan dampak yang begitu serius dalam kehidupan manusia.

Banyak sekali orang–orang yang menderita gangguan jiwa diantaranya adalah depresi. Hal ini dapat terjadi karena mereka tidak dapat memfilter semua informasi yang mereka dapatkan dari sosial media dan sebagainya.

Salah satu faktor penyebab kasus bunuh diri ini meningkat karena banyaknya orang yang depresi, stress dan tidak memiliki tujuan dalam hidup sehingga mereka tidak menemukan jati diri dan kebahagiaannya dalam menjalani kehidupan.

Baca Juga: Satres Narkoba Polres Subang amankan 54 botol miras dalam operasi di Jalan Raya Cibogo

Depresi dan stress yang dialami oleh banyak orang ini menyebabkan kehancuran mental yang tak karuan dengan gempuran realita kehidupan yang dirasa tidak adil.

Berdasarkan data yang dipublikasikan oleh World Health Organization (WHO) menyebutkan bahwa kasus bunuh diri menjadi sebab tingginya angka kematian di dunia setiap tahunnya terkhusus pada rentang usia 15–29 tahun.

Dilaporkan pula oleh Badan resesre Kriminal Kepolisian RI (Bareskrim Polri) menyampaikan bahwa kasus bunuh diri di Indonesia 5 tahun terakhir meningkat secara signifikan mencapai 60 persen.

Tercatat pada tahun 2024 lalu, data jumlah kasus bunuh diri dari bulan Januari – Oktober sudah menyentuh angka 1.024 kasus bunuh diri.

Baca Juga: Remaja dibacok di Pamanukan, polisi gerak cepat ringkus pelaku dan sita 5 sajam

Ikigai, konsep hidup yang datang dari negeri matahari terbit pun hadir dan dapat menjadi solusi yang tepat untuk mengatasi pelbagai masalah–masalah kehidupan menjadi lebih bermakna dan terarah.

Definisi ikigai dan relevansinya dalam kehidupan

Ikigai, merupakan sebuah kata yang berasal dari konsep hidup Jepang yang memiliki makna 'berbahagia dengan tetap menyibukkan diri'. Ikigai adalah istilah jepang untuk menjelaskan kesenangan dan makna kehidupan.

Kata ini secara harfiah meliputi 'Iki' yaitu untuk hidup dan 'gai' yaitu alasan sehingga ikigai diartikan sebagai alasan untuk hidup, menjalani hidup mulai dari bangun pagi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

ESAI: Mengapa kita harus menulis

Senin, 1 Juni 2026 | 14:45 WIB

ESAI: Literasi dan aktivisme

Sabtu, 31 Januari 2026 | 07:22 WIB

ESAI: Puisi Chairil Anwar dan filsafat eksistensialisme

Selasa, 30 Desember 2025 | 11:59 WIB

ESAI: Pilar keempat demokrasi, menjaga akal sehat publik

Selasa, 23 Desember 2025 | 23:52 WIB

ESAI: Subang menyala, tak gelap!

Minggu, 16 November 2025 | 18:34 WIB

ESAI: Benarkah guru 'terjepit dan katempuhan'?

Selasa, 21 Oktober 2025 | 14:09 WIB
X