ESAI : Ternyata tahun kejutan

photo author
Redaksi, Genmilenial
- Jumat, 27 Desember 2024 | 02:18 WIB
Lukman Nurhakim, Direktur Utama Perumda TRS
Lukman Nurhakim, Direktur Utama Perumda TRS

Baca Juga: Polres Subang ungkap peredaran obat ilegal dan amankan dua tersangka dalam operasi 100 Hari ASTA CITA

Nah dalam hal ini sering kali pelanggan keberatan. Padahal, sama saja aturan ini seperti PLN maupun jaringan gas.

Tapi seringkali situasinya berbeda. Pelanggan listrik lebih patuh mungkin karena tidak bisa bikin listrik sendiri.

Tapi pelanggan air tidak demikian, apalagi jika dia punya sumber air lainnya, pompa, sumur atau Pamsimas. Daripada bayar malah mempersilahkan petugas untuk mencabutnya.

Banyak juga yang marah-marah. Lapor sana-sini. Nulis status di medsos dan berbagai cara. Ya memang begitu eranya sekarang. Saya hanya minta petugas tetap sabar dan lakukan saja sesuai aturan.

Baca Juga: Ingin lanjutkan sekolah, penari cilik dari Tasikmalaya bercita-cita ingin jadi juara pada Festival Galuh Pakuan di Kabupaten Subang

Tapi untungnya, masih lebih banyak juga yang patuh. Buktinya, setiap bulan efektivitas dan efesiensi pembayaran selalu di atas 70 persen.

Tapi memang kami punya PR serius, tunggakan pelanggan cenderung naik setiap bulan, setiap tahun. Jika yang nunggak langsung diputus, pelanggan bisa berkurang drastis. Tapi jika tidak diputus, air mengalir, tidak dibayar.

Padahal air lebih baik didistribusikan ke pelanggan yang benar-benar butuh air dan tertib membayar. Tidak terbuang sia-sia. Inilah PR PDAM di seluruh Indonesia.

Jika ada ide dari Anda untuk solusi masalah tersebut, kami dengan senang hati terbuka untuk diskusi. Bisa jadi ide Anda lebih bagus.

Baca Juga: Hidupkan roda ekonomi, seperti ini kata para pedagang dengan adanya Festival Galuh Pakuan di Kabupaten Subang

Kami akan fokus pikirkan solusinya di tahun 2025. Di antara upaya yang akan kami lakukan tahun depan, pelanggan akan mendapat notifikasi tagihan air ke email dan nomor WA. Solusi lainnya masih akan dikaji.

Tapi kami pun harus introspeksi. Jangan sampai pelanggan tidak puas. Akibat persoalan seperti air keruh, air tidak lancar, air mengalir kecil atau terlalu sering terhenti karena ada perbaikan.

Kami pun lakukan pemetaan. Semakin sering hal itu terjadi, semakin rendah efektivitas pembayaran.

Khususnya untuk menangani kebocoran, kami sudah membentuk tim penanggulangan non revenue water (NRW) yang terdiri dari 6 orang. Mereka bertugas khusus mengatasi wilayah dengan tingkat kebocoran tinggi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

ESAI: Mengapa kita harus menulis

Senin, 1 Juni 2026 | 14:45 WIB

ESAI: Literasi dan aktivisme

Sabtu, 31 Januari 2026 | 07:22 WIB

ESAI: Puisi Chairil Anwar dan filsafat eksistensialisme

Selasa, 30 Desember 2025 | 11:59 WIB

ESAI: Pilar keempat demokrasi, menjaga akal sehat publik

Selasa, 23 Desember 2025 | 23:52 WIB

ESAI: Subang menyala, tak gelap!

Minggu, 16 November 2025 | 18:34 WIB

ESAI: Benarkah guru 'terjepit dan katempuhan'?

Selasa, 21 Oktober 2025 | 14:09 WIB
X