Wow! meskipun cashflow terganggu karena bencana mata air Cipondok, Perumda TRS tetap berhasil tuntaskan target PAD 2024

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Kamis, 28 November 2024 | 18:22 WIB
Dirut Perumda TRS, Lukman Nurhakim bersama para para karyawan saat launching Air Mineral TRS Water kemasan di Alun-alun Subang
Dirut Perumda TRS, Lukman Nurhakim bersama para para karyawan saat launching Air Mineral TRS Water kemasan di Alun-alun Subang

GENMILENIAL.ID - Perumda Tirta Rangga Subang (TRS) telah berhasil menuntaskan target setoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2024.

Adapun PAD yang disetor yaitu Rp 1.710.000.000 berdasarkan hasil audit kinerja 2023. Sedangkan target PAD 2025 mengacu ke kinerja 2024 sekitar Rp1,8 miliar.

"Alhamdulillah kami sudah menyelesaikan kewajiban setor PAD. Sebagai bentuk komitmen kami," kata Dirut Perumda TRS Lukman Nurhakim dalam keteranganya pada awak media, Kamis 28 November 2024.

"Meskipun cashflow kami di tahun ini terganggu dengan bencana di mata air Cipondok yang menggerus pendapatan yang cukup besar," sambungnya.

Baca Juga: Usai nyoblos, Prabowo bercengkrama dengan warga Bojong Koneng

Lanjut Lukman, bencana alam yang menghancurkan mata air Cipondok telah mengakibatkan kerugian materil dan kehilangan pendapatan dari 14 ribu pelanggan di Kecamatan Jalancagak, Kasomalang dan Cisalak.

Pendistribusian air off total selama sekitar 1 bulan dan berangsur pulih dalam waktu 3 bulan. Bahkan hingga kini, kata Lukman, debit air yang terdistribusi masih belum pulih.

Ia pun menyebut, jika sebelum longsor terdistribusi 160 liter per detik (lpd), saat ini hanya 150 lpd.

"Sebagian wilayah belum pulih 100 persen. Di bulan ini kami pun lakukan perbaikan di reservoir Cisalak. Mudah-mudahan di Desember bisa pulih," ujarnya.

Baca Juga: Prabowo nyoblos di Bojong Koneng, beri pesan menang kalah biasa, utamakan kerja sama

Selain perbaikan oleh internal, Perumda TRS juga berharap BBWS segera melakukan perbaikan mata air Cipondok yang merupakan mata air terbesar di Kabupaten Subang.

Menyadari kondisi tersebut, sambung Lukman, manajemen melakukan sejumlah upaya agar cashflow tetap aman.

Upaya tersebut dilakukan mulai dari efesiensi biaya operasional, reklasifikasi pelanggan dan memaksimalkan efektivitas dan efisiensi penerimaan.

"Kami sadar betul bahwa Pemkab Subang membutuhkan support PAD termasuk dari BUMD. Maka kami berusaha sekuat tenaga agar target PAD terpenuhi apapun kondisinya," tuturnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X