Walau demikian, hal ini memunculkan tuduhan bahwa kegiatan tersebut sebagai ajang cari untung pihak sekolah.
Peserta didik yang membayar, tapi guru ikut juga. Tuduhan tersebut belum tentu benar. Karena mungkin saja sekolah pun sudah menyediakan anggaran untuk guru pendamping.
Tujuan utama dari study tour adalah memberikan kesempatan belajar dan pengalaman lapangan kepada peserta didik.
Setelah berkunjung ke lokasi tertentu, disertai dengan kunjungan wisata. Istilahnya, sekali mendayung, 2-3 pulau terlampaui. Ilmunya dapat, hiburannya juga dapat.
Jika mau dikaitkan dengan pendidikan, kunjungan ke tempat wisata pun sebenarnya tidak hanya untuk hiburan atau bersenang-senang, tetapi juga dapat disisipkan sisi pendidikannya.
Hal inilah yang perlu dibenahi. Jangan sampai tujuan study tour bergeser dari tujuan pembelajaran menjadi hanya sekadar tujuan piknik yang di satu sisi memerlukan biaya yang besar tetapi di sisi lain kurang memberikan manfaat.
Inilah yang disebut sebagai eduwisata atau wisata pendidikan yang bisa dikontekskan dengan berbagai mata pelajaran.
Prinsipnya, pembelajaran berbasis proyek. Guru-guru bisa membuat semacam Lembar Kerja (LK) dan peserta didik membuat laporan observasi atau laporan singkat kegiatan study tour.
Baca Juga: Dilepas Pj. Bupati, 432 jamaah dan 8 petugas kloter 1 jamaah haji asal Subang diberangkatkan
Dengan demikian, tujuan study tour sebagai sebuah metode pembelajaran dapat tercapai.
Study tour sebagai sebuah metode pembelajaran tetap menjadi salah satu alternatif yang dapat digunakan dengan catatan paradigma dan tata kelolanya diperbaiki.
Kalau pun pelaksanaannya menggunakan kendaraan, harus dipastikan kendaraan yang digunakan layak, ada jaminan keamanan dan keselamatan dari pihak jasa travel yang bermitra dengan jasa sewa bus pariwisata, serta persyaratan lain sesuai dengan ketentuan pemerintah.
Kecelakaan memang tidak ada yang tahu kapan dan di mana terjadinya. Tetapi hal tersebut setidaknya menjadi sebuah upaya preventif mencegah terjadinya kecelakaan pada saat study tour. Wallaahu a’lam.
Artikel Terkait
ESAI : Independensi jurnalis, pilar penting demokrasi dalam membangun ruang publik yang sehat
ESAI : Peran penting pers dalam menjalankan fungsi kontrol sosial
ESAI : Membangun kesadaran toleransi dikalangan pelajar, membuka jalan menuju masyarakat harmonis
ESAI : Mengasah kemampuan multikecerdasan peserta didik, sebuah inspirasi dari SDS IT Amalia Cibinong Bogor
ESAI : Urgensi moderasi beragama dalam pendidikan Islam bagi generasi milenial
ESAI : Setelah lulus guru penggerak, kok jadi sombong?
ESAI : Pencegahan kekerasan di satuan pendidikan berbasis pancasila dan kearifan lokal di Provinsi Jawa Barat