ESAI : Pilkada Subang 2024 dan nasib satu juta lebih masyarakat Subang

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Minggu, 5 Mei 2024 | 17:40 WIB
Yaya Suryana - Pemred GenMilenial.id
Yaya Suryana - Pemred GenMilenial.id

Baca Juga: Ikuti program Kamjar, ini yang dirasakan oleh Agnes Oktaviani, Mahasiswi UPI Prodi Bahasa Korea asal Subang

Terlepas dari semua itu, masyarakat Kabupaten Subang hari ini sedang mencari pemimpin, dalam bahasa imajiner saya, rakyat Subang hari ini sedang mencari raja-raja baru yang bukan hanya sekedar untuk gaya-gayaan menunjukan status sosial tapi menjadi cerminan kebutuhan mereka untuk menjadikan daerah ini menjadi jauh lebih berkembang dan maju dalam 5 tahun kedepan.

Harus diingat bahwa jabatan publik itu adalah amanah, satu juta lebih masyarakat Subang berada dalam tanggung jawab para pemimpin ini ketika mereka terpilih, dilantik dan disumpah sebagai Kepala Daerah Kabupaten Subang, segala keputusan kebijakan-kebijakan strategis akan mempengaruhi kehidupan satu juta lebih rakyat Subang.

Masyarakat Subang berharap dalam 5 tahun kedepan Kabupaten Subang menjadi lebih baik dari sekarang, bisa mengatasi persoalan-persoalan sosial, juga bisa menjadi orang tua bagi masyarakatnya dan melayani mereka dengan penuh dedikasi dan tanggung jawab.

Yaya Suryana, Pemred GenMilenial.id
Alumni Strata Satu (S1) UNINDRA Jakarta

Halaman:

Artikel Selanjutnya

ESAI : Sekolah di masa depan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

ESAI: Mengapa kita harus menulis

Senin, 1 Juni 2026 | 14:45 WIB

ESAI: Literasi dan aktivisme

Sabtu, 31 Januari 2026 | 07:22 WIB

ESAI: Puisi Chairil Anwar dan filsafat eksistensialisme

Selasa, 30 Desember 2025 | 11:59 WIB

ESAI: Pilar keempat demokrasi, menjaga akal sehat publik

Selasa, 23 Desember 2025 | 23:52 WIB

ESAI: Subang menyala, tak gelap!

Minggu, 16 November 2025 | 18:34 WIB

ESAI: Benarkah guru 'terjepit dan katempuhan'?

Selasa, 21 Oktober 2025 | 14:09 WIB
X