ESAI : Kurikulum yang memberdayakan

photo author
Redaksi, Genmilenial
- Jumat, 3 Mei 2024 | 17:17 WIB
Idris Apandi, Praktisi Pendidikan
Idris Apandi, Praktisi Pendidikan

Baca Juga: Era informasi terus berkembang, Aliansi Wartawan Subang gelar workshop peningkatan kompetensi jurnalis, diikuti puluhan anggota

Kompetensi dan karakter

Kompetensi dan karakter merupakan muatan yang penting adalah dalam sebuah kurikulum. 

Proses pembelajaran selain menghasilkan lulusan yang cerdas dan terampil, juga harus memiliki karakter yang kuat. 

Kondisi dan perkembangan saat ini bukan hanya memerlukan generasi cerdas dan terampil, juga memiliki karakter kuat, tangguh, kreatif, memiliki resiliensi di tengah disrupsi dan penuh ketidakpastian masa depan. 

Mengapa demikian? karena modal sukses di masa depan bukan hanya pengetahuan dan sederet angka-angka dalam buku rapor dan ijazah, tetapi juga karakter. 

Baca Juga: Lagi, Persikas Subang tumbangkan lawanya Caladium FC dengan skor 5-2 pada Liga 3 Nasional 2024

Misalnya, dalam dunia kerja, pihak perusahaan atau pihak yang memerlukan pekerja bukan hanya memerlukan karyawan yang memiliki pengetahuan dan terampil, tetapi juga memiliki karakter yang baik. 

Oleh karena itu, perusahaan melakukan psikotest, wawancara, dan menelusuri rekam jejak media sosialnya agar mendapatkan informasi yang holistik terkait pelamar. 

Hal inilah yang perlu diwanti-wanti kepada peserta didik agar menggunakan media sosial secara hati-hati dan bertanggung jawab karena bisa yang bersangkutan bagus pada nilai-nilai akademik, tetapi dia bisa tidak terpilih karena rekam jejaknya yang kurang baik dalam pandangan pihak perusahaan tempatnya melamar. 

Bukan hanya dalam konteks melamar pekerjaan, saat seseorang membangun usaha sendiri pun, karakter tangguh mutlak diperlukan karena memulai usaha tidak otomatis langsung berhasil. 

Baca Juga: Hari Buruh Internasional 2024, Dr. Imran minta buruh dan ASN Subang siap hadapi digitalisasi serta jadikan Subang tempat ramah bagi para investor

Ada yang jatuh bangun, rugi, bangkrut, hingga suatu saat dia berhasil. Intinya, di situ perlu ada resiliensi, ketangguhan, kreativitas, dan inovasi yang dimiliki oleh seorang wirausahawan.

Contoh di atas hanya sekelumit gambaran terkait pentingnya karakter, karena karakter adalah ‘mata uang’ yang berlaku pada semua bidang kehidupan. 

Proses transfer ilmu pengetahuan dan transformasi nilai-nilai karakter di satuan pendidikan dilakukan dalam proses pembelajaran yang bermakna. 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

ESAI: Mengapa kita harus menulis

Senin, 1 Juni 2026 | 14:45 WIB

ESAI: Literasi dan aktivisme

Sabtu, 31 Januari 2026 | 07:22 WIB

ESAI: Puisi Chairil Anwar dan filsafat eksistensialisme

Selasa, 30 Desember 2025 | 11:59 WIB

ESAI: Pilar keempat demokrasi, menjaga akal sehat publik

Selasa, 23 Desember 2025 | 23:52 WIB

ESAI: Subang menyala, tak gelap!

Minggu, 16 November 2025 | 18:34 WIB

ESAI: Benarkah guru 'terjepit dan katempuhan'?

Selasa, 21 Oktober 2025 | 14:09 WIB
X