Proses globalisasi yang berjalan terus menerus, tentu akan berdampak pada perubahan karakter di masyarakat Indonesia saat ini.
Pembentukan karakter peserta didik merupakan tugas bersama dari orang tua, masyarakat dan juga guru.
Dari ketiga pihak tersebut mari secara bersama-sama melaksanakan tugas masing-masing dalam pembentukan karakter bagi anak didik kita.
Namun dalam proses pembentukan karakter ini seorang gurulah yang menjadi fasilitator yang sangat berpengaruh bagi peserta didik dalam pembentukan karakter tersebut.
Guru merupakan sosok yang istimewa bagi setiap orang. Tidak ada seorang pun dimuka bumi ini yang tumbuh dan berkembang tanpa kehadiran seorang guru.
Baca Juga: 7 Bahan alami yang dapat redakan flu saat musim hujan tiba
Guru bisa siapa saja yang kita temui dalam kehidupan kita. Di Indonesia guru pada umumnya menunjuk kepada pendidik profesional yang secara umum tugas guru yang mendasar ialah mendidik, melatih dan mengajar.
Guru juga merupakan motivator terbesar dalam mengajar dan membimbing dengan baik, guru yang telah mendidik dari yang tidak bisa menjadi bisa, guru bersumber dari segala sumber ilmu pengetahuan.
Guru ialah sosok yang paling mulia, ia selalu bersabar dalam menghadapi segala situasi dan kondisi siswa.
Guru telah mencerdaskan anak bangsa melalui berbagai cara dengan memberikan ilmu yang bermanfaat, dan juga guru mengajarkan nilai-nilai karakter kepada anak bangsa dengan mengarahkan siswa menjadi lebih baik.
Baca Juga: Ditetapkan tersangka, Firli Bahuri gugat ke PN Jaksel, gelar praperadilan 11 Desember 2023
Dengan adanya guru mampu menciptakan generasi muda agar menjadi lebih maju, guru mempunyai prinsip yang sangat kuat bukan hanya pelajaran yang guru sampaikan tetapi etika siswa dalam mentaati segala peraturan yang ada di sekolah sehingga dapat melatih siswa untuk lebih disiplin dan mempunyai karakter yang baik.
Pendidikan karakter tidak hanya melalui teori atau konsep semata melainkan pelaksanaan pendidikan karakter disekolah dilakukan melalui pendekatan modeling atau keteladanan yang dilakukan oleh guru.
Karena karakter merupakan perilaku atau sikap individu bukan pengetahuan sehingga untuk dapat diinternalisasi peserta didik, maka harus dijadikan teladan bukan diajarkan.
Artikel Terkait
ESAI : Mengasah kemampuan multikecerdasan peserta didik, sebuah inspirasi dari SDS IT Amalia Cibinong Bogor
ESAI : Urgensi moderasi beragama dalam pendidikan Islam bagi generasi milenial
ESAI : Setelah lulus guru penggerak, kok jadi sombong?
ESAI : Pencegahan kekerasan di satuan pendidikan berbasis pancasila dan kearifan lokal di Provinsi Jawa Barat
ESAI : Spirit Sumpah Pemuda dan persiapan pemilu serentak 2024
ESAI : Mengenang tragedi semanggi 1998, perjuangan demokrasi dan darah para demonstran
ESAI : Dampak fenomena childfree di Indonesia