Baca Juga: Nawawi Pomolango ditunjuk Presiden Jokowi jadi Ketua KPK gantikan Firli Bahuri
Pihak ketiga juga bisa muncul akibat dari kurangnya komitmen daripada suami ataupun isteri untuk setia kepada pasangannya.
Karena ketika suami ataupun istri mampu memegang komitmennya untuk setia kepada pasangannya maka tidak akan pernah tergoda oleh yang lain.
Ketika suatu pasangan suami dan isteri sudah tidak harmonis lagi maka dapat juga juga menimbulkan pertengkaran dalam rumah tangga atau bahkan KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga).
Nah hal ini bisa disebabkan ketika seseorang marah dan tak mampu untuk mengontrol emosinya, yang menyebabkan dirinya berlaku tidak baik yaitu menyakiti pasangannya baik secara fisik atau psikis.
Baca Juga: ESAI : Membangun karakter peserta didik melalui keteladanan guru
Maka dalam memilih pasangan kita juga harus hati-hati. Seseorang harus mampu untuk mengelola emosinya dengan baik agar tidak sampai melakukan KDRT.
Sebab lain dari perceraian yaitu adanya pernikahan dini. Dimana pernikahan ini berlangsung pada pasangan sebelum usia 19 tahun. Dan permasalahan-permasalahan yang disebutkan sebelumnya akan sangat mungkin terjadi pada pasangan ini.
Hal ini disebabkan karena ketidaksiapan fisik, mental, finansial serta kurangnya ilmu tentang rumah tangga yang mereka miliki.
Tidak semua pasangan muda, akan tetapi kebanyakan yang menikah muda di sekeliling kita, mereka tidak bertahan lama dalam pernikahannya.
Baca Juga: 7 Bahan alami yang dapat redakan flu saat musim hujan tiba
Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa penyebab terjadinya perceraian diantaranya kondisi finansial atau keuangan yang kurang baik, tidak harmonisnya hubungan suami-isteri, adanya pihak ketiga, terjadinya kekerasan dalam rumah tangga serta terjadinya pernikahan dini.
Ada pepatah mengatakan mencegah lebih baik daripada mengobati. Maka mencegah suatu perceraian, sepasang calon suami isteri yang hendak menikah harus sudah siap dari segi ilmu rumah tangga, fisik, mental dan finansialnya.
Adapun yang sudah terikat pernikahan, semaksimal mungkin untuk dapat menyelesaikan setiap permasalahan yang mungkin dihadapi secara bersama-sama.
Karena suatu permasalahan rumah tangga akan lebih mudah untuk dilalui secara bersama-sama dibandingkan dengan berjuang hanya salah satu pihaknya saja. Maka dari itu, diperlukan komunikasi yang baik pula dari keduanya.
Aneng Antikasari
Mahasiswi STAI Riyadhul Jannah
Artikel Terkait
ESAI : Setelah lulus guru penggerak, kok jadi sombong?
ESAI : Pencegahan kekerasan di satuan pendidikan berbasis pancasila dan kearifan lokal di Provinsi Jawa Barat
ESAI : Spirit Sumpah Pemuda dan persiapan pemilu serentak 2024
ESAI : Mengenang tragedi semanggi 1998, perjuangan demokrasi dan darah para demonstran
ESAI : Dampak fenomena childfree di Indonesia
ESAI : Membangun karakter peserta didik melalui keteladanan guru
ESAI : Tingkat keterbukaan dengan gangguan kecemasan di lingkungan keluarga