Kata terrere adalah bentuk kata kerja dari terrorem yang berati membuat rasa takut yang luar biasa, dalam kata lain bisa berati membuat rasa takut atau ketakutan.
Sedangkan, menurut Louise Richardson kegiatan terorisme diartikan serangan terhadap warga sipil, dilakukan secara keras dan terencana untuk mencapai tujuan politik.
Terorisme merupakan tindakan yang membuat ketakutan dan merugikan banyak orang.
Baca Juga: Wajib tahu, ini 7 rahasia sukses dalam wawancara kerja
Karena itu, perlu penanggulangan secara serius terkhusus melalui pendidikan Islam yang toleran dan menitikberatkan kepada moderasi beragama.
Hal ini berfungsi sebagai kontra narasi sekaligus perlawanan terhadap paham yang anti kemajemukan.
Pada level mikro pendidikan Islam di sekolah terdapat tiga langkah srategis ala Irfan Amalee yaitu Learn, Teach and Spread (pelajari, ajarkan dan sebarkan).
Sebagai Founder Peace Generation Indonesia, Irfan melahirkan modul 12 Nilai Dasar Perdamaian, diantaranya : (1) menerima diri, (2), prasangka, (3), perbedaan etnis, (4) perbedaan agama, (5) perbedaan jenis kelamin, (6), perbedaan status ekonomi, (7), perbedaan kelompok, (8), keanekaragaman, (9), konflik, (10) menolak kekerasan, (11), mengakui kesalahan, dan terakhir (12) memberi maaf.
Untuk menyebarkan pesan damai maka pendidik harus memahami nilai dasar perdamaian itu sendiri, melakukan upaya pembelajaran dan program kepada peserta didik seperti membuat peace camp, seminar, training for trainer dan metode pembelajaran kreatiif lainya.
Baca Juga: Catat! ini 10 tips lulus dalam tes kognitif saat recruitment karyawan
Disamping lain, para pelaku pendidikan agama Islam diharapkan mampu menyisipkan muatan moderasi dalam seluruh fase proses pembelajaranya.
Karena, pada dasarnya istilah moderasi beragama adalah pemahaman keagamaan yang berada di tengah, tidak berpihak ke kiri dan kanan.
Dalam term Agama Islam 'Wasthaniyah', pemahaman ini juga mengandung makna keagaman yang mengarah pada upaya untuk mengatur kehidupan yang seimbang.
Jik kita mengacu kepada Renstra tahun 2014-2019 Kementerian Agama. Salah satu point penting mengena hal ini, adanya penekanan kepada penguatan moderasi beragama, yaitu upaya untuk meningkatkan kualitas kerukunan dalam kehidupan umat beragama dalam konteks, berbangsa dan bernegara.
Hal ini menjadi acuan direktorat Jendral pendidikan Islam melahirkan tanggung jawab bersama mengkampanyekan pendidikan yang berdaya saing, reponsif, serta membangun sikap inklusif dalam beragama.
Artikel Terkait
ESAI : Keberlanjutan dan pelestarian lingkungan hidup, tanggung jawab kita bersama
ESAI : Pemilihan umum dalam perspektif generasi zaman now
ESAI : Gempita sejarah sastra Indonesia, menggali kejayaan dan inovasi literatur tanah air
ESAI : Independensi jurnalis, pilar penting demokrasi dalam membangun ruang publik yang sehat
ESAI : Peran penting pers dalam menjalankan fungsi kontrol sosial
ESAI : Membangun kesadaran toleransi dikalangan pelajar, membuka jalan menuju masyarakat harmonis
ESAI : Mengasah kemampuan multikecerdasan peserta didik, sebuah inspirasi dari SDS IT Amalia Cibinong Bogor