Pembenahan SDM dan manajemen ikut dicek
Tak hanya fokus pada kondisi fisik IGD, Kang Rey juga sekaligus memantau tahapan uji kompetensi dalam proses open bidding yang sedang berlangsung di lingkungan RSUD Subang.
Baca Juga: Dapat bantuan via helikopter, warga Gayo Lues justru beri durian dan manggis untuk TNI
Ia menilai, kualitas layanan kesehatan tidak bisa dilepaskan dari kualitas sumber daya manusia dan manajemen rumah sakit.
“Sekalian tadi kita cek proses open bidding, yang sedang tes juga kita pantau. Ini penting karena SDM menentukan kualitas pelayanan,” tuturnya.
Dorong RSUD lebih responsif dan ‘Ngabret’
Kang Rey berharap, kejadian IGD penuh ini menjadi momentum evaluasi menyeluruh bagi RSUD Subang untuk melakukan pembenahan, baik dari sisi sistem, SDM, maupun kecepatan layanan.
“Semoga RSUD Subang bisa terus berbenah, melayani masyarakat dengan lebih baik, ada perubahan-perubahan nyata, dan ke depan bisa lebih cepat, lebih responsif, lebih ngabret,” pungkasnya.
Baca Juga: Banjir bandang hantam Agam lagi, Sungai Maninjau penuh batu dan kayu hantam permukiman
Dalam kegiatan tersebut, Bupati Subang didampingi Direktur RSUD Subang dr. Achmad Nasuhi serta Kepala BKPSDM Kabupaten Subang Drs. H. Dadang Darmawan.
Langkah turun langsung ini menjadi sinyal kuat bahwa persoalan layanan kesehatan, khususnya di fasilitas rujukan utama daerah, menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Subang.***
Artikel Terkait
Menkes Budi Gunadi kecam intimidasi pada dokter Syahpri di RSUD Sekayu, Kemenkes siap dukung jalur hukum
Dugaan malpraktik RSUD Batang, pasien alami derita fisik dan sosial karena selang 15 cm tertinggal
3 Klaster korupsi yang jerat Bupati Ponorogo: Dari suap pengurusan jabatan hingga fee proyek RSUD
Kasus korupsi RSUD Kolaka Timur: KPK tahan 3 tersangka baru, bongkar skema fee DAK hingga lonjakan anggaran Rp170 miliar
Kang Rey soroti ketimpangan layanan kesehatan Pantura, tegaskan RSUD baru siap dibangun pada 2028
Subang raih juara II PKK desa terbaik Jabar di Hari Ibu ke-97, bukti perempuan desa makin berdaya
Aktivis lingkungan Subang–Garut soroti kerusakan alam dan Blok Paseh, desak pemerintah ambil sikap tegas