Dugaan malpraktik RSUD Batang, pasien alami derita fisik dan sosial karena selang 15 cm tertinggal

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Selasa, 30 September 2025 | 00:36 WIB
Warga Desa Gondang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Mistono (kanan) ungkap dugaan malpraktik setelah menjalani operasi di RSUD Kalisari Batang (pojokbaca.co.id)
Warga Desa Gondang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Mistono (kanan) ungkap dugaan malpraktik setelah menjalani operasi di RSUD Kalisari Batang (pojokbaca.co.id)

 

GENMILENIAL.ID – Kisah memilukan dialami Mistono (59 tahun), warga Desa Gondang, Kecamatan Subah, Kabupaten Batang.

Bukannya sembuh usai menjalani operasi batu saluran kemih di RSUD Kalisari Batang pada November 2024, ia justru harus menanggung penderitaan panjang akibat dugaan malpraktik.

Awalnya, Mistono divonis mengidap HIV oleh pihak rumah sakit. Vonis tersebut membuatnya kebingungan, bahkan harus mengonsumsi obat HIV selama tujuh bulan meski kondisinya tidak membaik.

Baca Juga: Ketua Banggar DPR usul kantin sekolah jadi dapur MBG, soroti beban berat SPPG dan kasus keracunan

Lebih menyakitkan, stigma sosial ikut menghantam kehidupannya. Sang istri sempat mencurigai adanya hubungan di luar rumah tangga hingga keluarga renggang.

“Saya sampai dikucilkan, dicurigai bermain dengan wanita lain,” ucap Mistono lirih.

Belakangan, hasil laboratorium menegaskan dirinya non-reaktif HIV. Namun, penyebab sakitnya baru terungkap saat ia diperiksa di RS Siti Khodijah Pekalongan.

Dokter menemukan selang sepanjang sekitar 15 sentimeter masih tertinggal di dalam tubuhnya.

Baca Juga: Guncangan MBG di KBB: Ribuan siswa keracunan, bakteri pembusuk terungkap, hingga Gubernur Dedi usul dapur sekolah

“Dokter bilang, ‘Pak ini ada selang di dalam.’ Setelah dioperasi untuk mengambil selang itu, Alhamdulillah saya sehat kembali,” jelas Mistono.

Putranya, Yusro, menyatakan keluarga sangat kecewa.

“Bapak menderita tujuh bulan, bukan hanya sakit, tapi juga dampak sosial. Kami akan meminta pertanggungjawaban dari RSUD Kalisari,” tegasnya.

Mistono kini sudah kembali beraktivitas sebagai petani, namun ia berharap kasus ini menjadi pelajaran agar tidak ada lagi pasien lain yang mengalami nasib serupa.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X