IGD RSUD Subang penuh, Bupati turun langsung cari solusi dan dorong pelayanan lebih 'Ngabret'

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Minggu, 28 Desember 2025 | 06:30 WIB
Bupati Subang Reynaldy Putra Andita Budi Raemi turun langsung lihat kondisi IGD RSUD Subang yang penih pada Sabtu 27 Desember 2025 (Dok. Istimewa)
Bupati Subang Reynaldy Putra Andita Budi Raemi turun langsung lihat kondisi IGD RSUD Subang yang penih pada Sabtu 27 Desember 2025 (Dok. Istimewa)

GENMILENIAL.ID — Kepadatan pasien di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Subang menjadi alarm serius bagi layanan kesehatan daerah.

Kondisi tersebut mendorong Bupati Subang Reynaldy Putra Andita Budi Raemi turun langsung ke lapangan untuk memastikan pelayanan tetap berjalan optimal dan solusi konkret segera disiapkan.

Peninjauan dilakukan pada Subang, Sabtu 27 Desember 2025, saat laporan IGD penuh diterima oleh pemerintah daerah.

Bupati yang akrab disapa Kang Rey itu menyusuri langsung area IGD utama hingga ruang tunggu yang sementara dialihfungsikan sebagai IGD tambahan.

Baca Juga: Aktivis lingkungan Subang–Garut soroti kerusakan alam dan Blok Paseh, desak pemerintah ambil sikap tegas

IGD penuh jadi alarm layanan kesehatan

Di hadapan awak media, Kang Rey menegaskan bahwa kehadirannya bukan sekadar simbolik, melainkan untuk melihat langsung persoalan di lapangan agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.

“Tadi kita melihat langsung kondisi di IGD. Ada laporan IGD penuh, jadi kita turun untuk memastikan situasinya dan mencari solusi supaya penanganan pasien bisa lebih cepat,” ujar Kang Rey.

Menurutnya, lonjakan pasien di IGD tidak boleh dibiarkan berlarut karena menyangkut keselamatan dan hak dasar masyarakat untuk mendapat pelayanan kesehatan yang layak.

Baca Juga: Menunggu bantuan air bersih, warga Tamiang Hulu bertahan gunakan air sisa banjir untuk kebutuhan sehari-hari

Ruang tunggu dialihfungsikan, solusi sementara disiapkan

Dalam peninjauan tersebut, Bupati Subang juga mengecek skema penanganan sementara yang dilakukan manajemen RSUD, termasuk pengalihan fungsi ruang tunggu menjadi IGD sementara guna mengurai kepadatan.

“Kita cek IGD utama, IGD sementara, dan ruang tunggu yang sementara dialihfungsikan. Ini bagian dari upaya agar pelayanan tetap berjalan di tengah keterbatasan,” jelasnya.

Langkah tersebut dinilai sebagai solusi jangka pendek yang perlu diiringi dengan pembenahan sistem layanan secara menyeluruh.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X