Dapat bantuan via helikopter, warga Gayo Lues justru beri durian dan manggis untuk TNI

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Sabtu, 27 Desember 2025 | 15:09 WIB
Warga Gayo Lues memberikan hasil panennya untuk TNI yang bertugas membagikan logistik (TikTok/gg___geming)
Warga Gayo Lues memberikan hasil panennya untuk TNI yang bertugas membagikan logistik (TikTok/gg___geming)

GENMILENIAL.ID — Di tengah keterbatasan akibat banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Gayo Lues, Aceh, sebuah momen kemanusiaan justru mencuri perhatian publik.

Warga terdampak bencana di Desa Ekan, Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues, terekam memberikan hasil panen berupa durian dan manggis kepada prajurit TNI yang mengirim bantuan logistik melalui helikopter.

Peristiwa tersebut terekam dalam sebuah video yang diunggah akun TikTok @gg___geming pada Jumat, 26 Desember 2025.

Baca Juga: Banjir bandang hantam Agam lagi, Sungai Maninjau penuh batu dan kayu hantam permukiman

Video itu memperlihatkan proses distribusi bantuan logistik dengan metode air drop menggunakan helikopter yang terbang rendah agar bantuan bisa langsung diterima warga.

Namun alih-alih berebut logistik, warga justru bergantian mendekati helikopter untuk menyerahkan buah hasil kebun mereka kepada para petugas.

Warga datang bukan untuk berebut bantuan

Dalam keterangannya, pemilik akun menyebut bahwa warga Desa Ekan berbondong-bondong mendatangi helikopter bukan untuk mengambil bantuan, melainkan untuk memberi.

Baca Juga: Aki alat berat dicuri, warga Lapau Munggu terpaksa perkuat tanggul sungai secara manual

“Masyarakat di sana berbondong-bondong mendatangi helikopter bukan untuk berebut bantuan, melainkan untuk memberikan panen mereka, yaitu buah durian dan manggis yang jumlahnya banyak sekali,” tulisnya.

Aksi spontan tersebut disebut membuat para petugas TNI terharu, mengingat kondisi warga yang sejatinya masih berada dalam situasi sulit pascabencana.

“Momen yang mengharukan buat kami, sampai kami pun tak kuasa menahan air mata. Di tengah kondisi mereka yang sedang terhimpit, mereka tetap berbagi dengan sesama,” lanjut keterangan tersebut.

Baca Juga: Bukan sekadar simbol, toleransi lintas agama di Dusun Thekelan hidup sebagai tradisi turun-temurun

Warganet: Ini gambaran nyata di lapangan

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X