Di balik peluang saham data center, Kiwoom ingatkan valuasi dan pendanaan

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Rabu, 30 September 2026 | 19:47 WIB
Ilustrasi pusat data atau data center - keandalan pasokan listrik, keterisian kapasitas, dan kontribusi laba menjadi faktor penting dalam menilai prospek emiten di sektor ini (Ilustrasi AI: TheDigitalArtist/Pixabay)
Ilustrasi pusat data atau data center - keandalan pasokan listrik, keterisian kapasitas, dan kontribusi laba menjadi faktor penting dalam menilai prospek emiten di sektor ini (Ilustrasi AI: TheDigitalArtist/Pixabay)

“DSSA merupakan grup dengan banyak lini bisnis, sehingga kontribusi data center dapat tertutup segmen pertambangan dan energi,” tulis Kiwoom.

Perseroan melaporkan pendapatan infrastruktur digital dan teknologi pada kuartal I 2026 sebesar US$69,1 juta.

Baca Juga: Sempat membaik, warga Palangka Raya kembali teriak kabut asap selimuti kota: Makin pekat, aroma yang menyengat

Angka tersebut meningkat 50 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Nilai itu setara sekitar 10 persen dari pendapatan konsolidasi DSSA yang mencapai US$693,2 juta. Namun, pendapatan segmen tersebut mencakup bisnis digital yang lebih luas sehingga tidak seluruhnya berasal dari data center.

DSSA menargetkan fasilitas SMX01 mulai beroperasi pada kuartal IV 2026.

“Katalisnya adalah dimulainya operasi SMX01, kontrak pelanggan, tingkat keterisian serta pendapatan dan laba data center yang dilaporkan terpisah,” tulis Kiwoom.

Baca Juga: Baterai mobil listrik sudah berumur, apakah biaya perbaikannya bisa lebih mahal dari nilai mobil bekas?

TLKM menggabungkan data center, cloud dan konektivitas

Sementara itu, keterkaitan TLKM dengan industri data center berada dalam ekosistem bisnis yang lebih luas, termasuk pusat data, layanan cloud, dan infrastruktur konektivitas.

“TLKM menggabungkan operator data center, layanan cloud, jaringan fiber dan posisi Batam sebagai penghubung Indonesia–Singapura,” tulis Kiwoom.

Secara konsolidasi, Telkom membukukan pendapatan semester I 2026 sebesar Rp75,9 triliun, naik 3,9 persen secara tahunan. Laba bersih mencapai Rp10,6 triliun atau meningkat 1,4 persen.

Baca Juga: Siapa Siti Hasmah? Istri eks PM Malaysia Mahathir Mohamad yang wafat di usia 100 tahun

Pada harga penutupan Rp2.370 pada 28 September 2026 dan laba per saham 2025 sebesar Rp179,83, PER historis TLKM sekitar 13,2 kali.

Rasio tersebut perlu dibaca bersama karakter bisnis Telkom yang lebih luas daripada layanan data center.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Kecilkan dapur MBG, perluas kesempatan usaha untuk rakyat

Minggu, 13 September 2026 | 21:18 WIB
X