PEFINDO turunkan rating Bank BJB, kualitas kredit masih jadi sorotan

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Minggu, 13 September 2026 | 17:51 WIB
Gedung Kantor Cabang Utama Bank BJB di Jalan Braga, Bandung, Jawa Barat. Pemerintah daerah di Jawa Barat dan Banten menguasai 75,55 persen saham Bank BJB (Dok. Bank BJB)
Gedung Kantor Cabang Utama Bank BJB di Jalan Braga, Bandung, Jawa Barat. Pemerintah daerah di Jawa Barat dan Banten menguasai 75,55 persen saham Bank BJB (Dok. Bank BJB)

GENMILENIAL.ID — PT Pemeringkat Efek Indonesia atau PEFINDO menurunkan peringkat PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk atau Bank BJB dari idAA menjadi idAA-.

Penurunan tersebut terutama mencerminkan tekanan yang masih terjadi terhadap kualitas aset perseroan.

Penurunan peringkat juga berlaku terhadap sejumlah instrumen utang yang diterbitkan Bank BJB.

Peringkat Obligasi Berkelanjutan I dan Obligasi Keberlanjutan Berkelanjutan I turun dari idAA menjadi idAA-.

Baca Juga: Kanaya Whulan, vokalis Emka 9 bentukan Dedi Mulyadi meninggal dunia di RSHS Bandung

Sementara itu, peringkat Obligasi Subordinasi Berkelanjutan II, III, dan IV diturunkan dari idA+ menjadi idA. Peringkat Surat Berharga Perpetual Berkelanjutan I juga turun dari idA menjadi idA-.

Meski terjadi penurunan, PEFINDO masih mempertahankan prospek peringkat Bank BJB pada posisi stabil.

“Penurunan peringkat mencerminkan tekanan yang berkelanjutan terhadap profil keuangan Bank, terutama kualitas aset,” tulis PEFINDO dalam rilis pemeringkatan yang dipublikasikan melalui laman resminya, Minggu, 13 September 2026.

Kualitas kredit Bank BJB mengalami tekanan

Salah satu perhatian PEFINDO adalah meningkatnya rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) Bank BJB. Rasio tersebut mencapai 3,3 persen pada Juni 2026.

Baca Juga: Kapal Virgo Transport 8 hilang kontak, pencarian 243 penumpang dengan kapal TNI AL hingga jalur udara

Angka itu meningkat dibandingkan posisi NPL pada Desember 2025 yang tercatat 2,8 persen. Sebelumnya, rasio NPL Bank BJB berada di level 2,2 persen pada Desember 2024.

Tekanan juga terlihat pada rasio kredit dalam perhatian khusus atau special mention loans (SML). Pada Juni 2026, rasio SML mencapai 4,3 persen, naik dari 3,8 persen pada akhir 2025 dan 2,7 persen pada akhir 2024.

Menurut PEFINDO, tekanan terhadap kualitas aset Bank BJB diperkirakan masih berlangsung dalam jangka pendek.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X