GENMILENIAL.ID – Halodoc for Business merilis laporan Indonesia Employee Health & Benefit Insights 2026 yang mengungkap tantangan serius dalam pengelolaan kesehatan karyawan di Indonesia.
Laporan ini disusun berdasarkan lebih dari 1 juta transaksi layanan kesehatan dan 3.000 diagnosis ICD-10 sepanjang kuartal pertama 2026, mencakup lebih dari 30 sektor industri.
Hasilnya menunjukkan bahwa pendekatan benefit kesehatan yang bersifat umum sudah tidak lagi efektif.
Di tengah tekanan inflasi medis yang diproyeksikan mencapai 15,1 persen pada 2026, lebih tinggi dari rata-rata global 14 persen, perusahaan kini dihadapkan pada dilema antara menjaga kesehatan karyawan dan mengendalikan biaya.
Akses jadi masalah utama, bukan kesadaran
Chief Marketing Officer Halodoc, Fibriyani Elastria, menegaskan bahwa persoalan utama bukan terletak pada kesadaran karyawan, melainkan akses terhadap layanan kesehatan.
Menurutnya, banyak pekerja menunda pengobatan bukan karena abai, tetapi karena sistem yang rumit dan tidak praktis.
Dampaknya, keluhan ringan berkembang menjadi kondisi serius dengan biaya lebih tinggi.
“Aset paling berharga perusahaan adalah manusia. Tapi banyak yang masih mengelola kesehatan karyawan secara reaktif tanpa data yang cukup,” ujar Fibriyani.
Profil penyakit berubah sesuai usia
Sementara itu, Chief of Medical Halodoc, dr. Irwan Heriyanto, mengungkap bahwa pola penyakit tenaga kerja Indonesia berubah seiring usia.
Kelompok usia muda didominasi infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), usia produktif 30–49 tahun banyak mengalami gangguan muskuloskeletal, sementara usia di atas 50 tahun didominasi penyakit kardiovaskular dan kanker.
Artikel Terkait
Pastikan kesehatan karyawan, PT Dahana gelar annual MCU
Sekjen Kemensos ungkap masalah kesehatan anak sekolah rakyat, dari gigi rusak hingga anemia
Debu pekat selimuti Aceh Tamiang usai helikopter mendarat, lumpur kering picu ancaman kesehatan warga
Peringati Hari Kanker Sedunia, Halodoc perluas akses deteksi dan pencegahan kanker sejak dini
Dirut BPJS Kesehatan tegaskan bukan badan usaha pencari profit, ungkap aliran dana warga miskin dan mampu
Jabar 2027 dikejar tuntas: Kang Dedi Mulyadi targetkan tak ada anak putus sekolah dan warga tanpa akses kesehatan
Viral balita diajak ke konser malam di waterpark, dokter anak ingatkan risiko kesehatan