Strategi komunikasi kepala Bakom RI: Membumi dan berbasis data saat tanggapi isu Kopdes Merah Putih

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Minggu, 5 Juli 2026 | 21:56 WIB
Kepala Badan Komunikasi (Bakom RI), Muhammad Qodari soal progres Kopdes Merah Putih (YouTube/Bakom RI)
Kepala Badan Komunikasi (Bakom RI), Muhammad Qodari soal progres Kopdes Merah Putih (YouTube/Bakom RI)

GENMILENIAL.ID – Kepala Badan Komunikasi (Bakom) RI, Muhammad Qodari, menegaskan pentingnya komunikasi yang transparan, adaptif, dan berbasis data dalam menyampaikan program pemerintah kepada masyarakat.

Hal ini menjadi krusial di tengah maraknya berbagai narasi di media sosial, termasuk soal program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang belakangan ramai diperbincangkan.

Salah satu isu yang mencuat adalah viralnya unggahan yang menyebut bangunan Kopdes Merah Putih tampak seperti swalayan yang akan tutup.

Baca Juga: Viral warga Malang keluhkan sound horeg di medsos, musik keras masih menyala hingga dini hari

Menanggapi hal tersebut, Qodari menilai informasi yang beredar belum sepenuhnya memahami tahapan program yang sedang berjalan.

“Bukan swalayan mau tutup, memang belum buka. Program ini ada tahap transisi dan permanen, jadi tidak bisa dilihat secara instan,” ujar Qodari dalam sebuah acara pada 26 Juni 2026.

Tahapan program jadi kunci pemahaman publik

Qodari menjelaskan bahwa pelaksanaan program Kopdes Merah Putih memang dilakukan secara bertahap.

Ia mencontohkan saat kunjungannya ke Padang, di mana koperasi sudah dimanfaatkan sebagai tempat penampungan produksi madu warga yang kemudian memberi nilai ekonomi bagi masyarakat setempat.

Baca Juga: Tambang galian C diduga ilegal di Banyuwangi naik penyidikan, warga teriak lingkungan rusak

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa program sebenarnya sudah berjalan meski belum seluruhnya masuk tahap operasional penuh seperti yang dibayangkan publik.

Untuk koperasi permanen, Qodari menyebut saat ini baru sekitar 1.061 unit yang diresmikan.

Sementara target pemerintah mencapai puluhan ribu unit masih dalam proses pembangunan bertahap.

“Nanti kalau bangunan sudah selesai, ada tahap pengisian barang, pengaturan display, dan lainnya. Jadi masyarakat perlu menunggu prosesnya selesai,” jelasnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X