Kunjungan Sari Ater turun 40–50 persen, pelaku usaha berharap kebijakan efisiensi dan larangan study tour dilonggarkan

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Minggu, 20 September 2026 | 13:55 WIB
Director of Sales Sari Ater Hot Springs Ciater, D.S. Setiadhi atau Adhi, saat ditemui di Sari Ater, Sabtu, 19 September 2026
Director of Sales Sari Ater Hot Springs Ciater, D.S. Setiadhi atau Adhi, saat ditemui di Sari Ater, Sabtu, 19 September 2026

GENMILENIAL.ID – Kunjungan wisatawan ke Sari Ater Hot Springs Ciater, Kabupaten Subang, mengalami penurunan cukup signifikan sepanjang 2026.

Hingga September 2026, jumlah pengunjung disebut baru mencapai sekitar 500 ribu orang, sementara rata-rata kunjungan dalam kondisi normal berada di kisaran 2 juta orang per tahun.

Director of Sales Sari Ater Hot Springs Ciater, D.S. Setiadhi atau Adhi, mengatakan penurunan jumlah pengunjung pada 2026 mencapai sekitar 40 hingga 50 persen dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Baca Juga: Antusiasme tinggi, rata-rata lima calon ramaikan Pilkades di 16 desa wilayah Jalancagak

Menurutnya, kondisi tersebut tidak terlepas dari kebijakan yang diterapkan pemerintah, baik di tingkat provinsi maupun pemerintah pusat.

Kebijakan efisiensi serta larangan melakukan kegiatan study tour dan study banding disebut turut berpengaruh terhadap aktivitas pariwisata.

Meski menghadapi penurunan kunjungan, Sari Ater sebagai pelaku usaha pariwisata tetap berupaya mencari berbagai pasar baru untuk meningkatkan jumlah wisatawan.

“Kami di sini sebagai pelaku usaha terus berupaya untuk selalu bisa meningkatkan jumlah pengunjung,” kata Adhi saat ditemui di Sari Ater Hot Springs Ciater, Sabtu, 19 September 2026.

Baca Juga: Usai erupsi Anak Krakatau mereda, muncul fenomena 'telur ceplok' yang dipotret dari atas kawah

Kunjungan turun hingga 40–50 persen

Adhi mengatakan, jumlah kunjungan ke Sari Ater secara statistik biasanya mencapai sekitar 2 juta orang dalam satu tahun. Namun, angka tersebut mengalami perubahan dalam dua tahun terakhir.

Pada akhir 2025, jumlah pengunjung tercatat sekitar 1,2 juta orang dalam setahun. Sementara hingga September 2026, jumlah pengunjung baru berada di kisaran 500 ribu orang.

Penurunan tersebut turut dirasakan pada segmen tamu hotel, kegiatan gathering, meeting, maupun aktivitas lain yang selama ini menjadi bagian dari bisnis Sari Ater.

Adhi menyebut kondisi tersebut menjadi tantangan bagi pelaku usaha, terutama dalam menjaga tingkat kunjungan pada hari kerja atau weekday.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Kecilkan dapur MBG, perluas kesempatan usaha untuk rakyat

Minggu, 13 September 2026 | 21:18 WIB
X