GENMILENIAL.ID — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai tidak semestinya hanya dilihat dari jumlah makanan yang berhasil dibagikan kepada masyarakat.
Di balik jutaan porsi yang diproduksi setiap hari, terdapat potensi perputaran ekonomi yang besar dan dapat menjadi peluang bagi masyarakat untuk ikut tumbuh.
Program tersebut membutuhkan berbagai komoditas dan layanan, mulai dari beras, telur, ayam, ikan, sayuran hingga buah-buahan.
Selain itu, terdapat kebutuhan tenaga kerja, transportasi, tempat usaha dan berbagai kebutuhan operasional lainnya.
Baca Juga: Cerita warga Makassar antre BBM: Datang ke SPBU sejak jam 4 subuh, baru terisi saat siang hari
Besarnya kebutuhan tersebut membuat MBG sekaligus menciptakan pasar baru. Namun, muncul pertanyaan mengenai siapa yang paling banyak mendapatkan manfaat ekonomi dari peluang tersebut.
CEO Promedia Group Agus Sulistriyono menilai salah satu hal yang perlu dievaluasi adalah desain Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG yang menjadi dapur MBG.
Menurutnya, kapasitas satu dapur yang dapat mencapai sekitar 3.000 porsi atau lebih setiap hari membuat kebutuhan investasi menjadi besar.
Semakin besar kapasitas dapur, semakin besar pula modal yang dibutuhkan sehingga tidak semua masyarakat memiliki kemampuan untuk masuk.
Baca Juga: Rating Bank BJB turun, pemegang saham daerah perlu perketat pengawasan kredit
Dapur lebih kecil, pelaku usaha bisa lebih banyak
Agus menilai pemerintah dapat mempertimbangkan skala dapur yang lebih beragam agar peluang ekonomi MBG tidak terkonsentrasi pada sedikit pelaku.
“Kenapa harus 3.000 porsi? Kalau dapur menggarap 500 porsi, bisa melibatkan 6 pemilik dapur. Total makanannya tetap 3.000 porsi. Uangnya tetap berputar. Tetapi yang mendapatkan kesempatan usaha menjadi enam kali lebih banyak,” kata Agus.
Menurutnya, dapur MBG dapat dibuat dalam beberapa skala, misalnya 500 porsi, 1.000 porsi, 1.500 porsi dan pada wilayah tertentu tetap 3.000 porsi.
Artikel Terkait
BGN tak membantah MBG sempat disalurkan saat sekolah libur dampak karhutla: Dapur sudah persiapan, harus dimasak dan diambil
Viral cerita supplier yang digaet dapur MBG: Dari permintaan bahan baku tak penuhi standar hingga permainan harga
RDP dugaan keracunan MBG di DPRD Karo memanas, orang tua siswa tuntut tanggung jawab SPPG
Kasus keracunan MBG terus berulang, Mahfud MD desak BGN tegas proses pidana SPPG biang masalah
Diduga keracunan menu MBG basi, 137 siswa-guru SMAN 1 Tunjungan di Blora alami diare massal
Pengakuan orang tua di Pati, anaknya alami mual-muntah hingga mimisan usai diduga keracunan MBG
Usai viral keracunan massal imbas dugaan MBG basi di Pati, 59 siswa kini jalani rawat inap pada 4 RS