GENMILENIAL.ID — Saham PT NexAI Digital Infrastruktur Tbk (MGLV) kembali melanjutkan reli pada perdagangan Selasa, 8 September 2026.
Hingga penutupan sesi pertama, saham MGLV melonjak 10 persen ke posisi Rp14.850 per saham, sekaligus menjadi level tertinggi dalam 52 minggu terakhir.
Kenaikan tersebut melanjutkan penguatan sehari sebelumnya. Pada perdagangan Senin, 7 September 2026, saham MGLV ditutup menguat 9,98 persen di level Rp13.500 per saham.
Dengan penguatan selama dua hari perdagangan tersebut, harga saham emiten yang sebelumnya bernama PT Panca Wisesa Anugerah Tbk itu telah meningkat sekitar 21 persen.
Baca Juga: Heboh penemuan kerangka di Banyuasin Sumsel, terungkap korban kakak-adik yang hilang sejak 2021
Saham MGLV tembus Rp14.850
Berdasarkan data perdagangan hingga pukul 12.03 WIB, saham MGLV dibuka di level Rp14.825. Harga kemudian sempat turun ke Rp14.600 sebelum kembali menguat dan menyentuh level tertinggi Rp14.850 per saham.
Pada level tersebut, kapitalisasi pasar perseroan mencapai sekitar Rp28,29 triliun.
Kinerja saham MGLV juga menunjukkan penguatan dalam sejumlah rentang waktu. Dalam lima hari terakhir, harga saham tersebut meningkat 29,13 persen atau sekitar Rp3.350, dari kisaran Rp11.500 menjadi Rp14.850 per saham.
Sementara itu, dalam satu bulan terakhir, MGLV melonjak 77,31 persen atau meningkat sekitar Rp6.475 per saham.
Mengacu pada kenaikan sekitar 457 persen hingga penutupan perdagangan 7 September 2026, penguatan pada sesi pertama 8 September membuat kenaikan saham MGLV sepanjang tahun berjalan mencapai sekitar 513 persen.
Artinya, harga saham MGLV kini telah meningkat lebih dari enam kali lipat dibandingkan posisinya pada awal 2026.
Volume perdagangan masih di bawah rata-rata
Artikel Terkait
Kang Akur soroti pemasaran UMKM Subang, dorong produk lokal masuk rest area dan destinasi wisata
Pembayaran digital Perumda Tirta Rangga Subang melonjak, dari 40 persen kini capai 83 persen
CSR perusahaan di Subang disorot, TP PKK dorong sinergi Global Dairi Alami makin berdampak
BGN dibayangi isu pengadaan LED dengan angka total Rp535 miliar, urgensinya masih tanda tanya
BUMD Subang dituntut lebih produktif, Kang Rey: Harus ada terobosan untuk pemerintah daerah
BYD resmi beroperasi di Subang, investasi besar didorong bangun ekosistem kendaraan listrik
Pergerakan HURIP Srimanganti bekerja sama dengan Keraton Sumedang Larang, gerakkan ekonomi petani lewat jagung hibrida