GENMILENIAL.ID — Saham emiten yang memiliki bisnis pusat data atau data center masih menjadi bagian dari tema pertumbuhan kebutuhan komputasi dan penyimpanan data.
Namun, Kiwoom Sekuritas Indonesia mengingatkan investor untuk melihat perbedaan pendapatan, kesiapan fasilitas, valuasi, hingga kebutuhan pendanaan masing-masing emiten.
Catatan tersebut disampaikan Head of Research PT Kiwoom Sekuritas Indonesia, Liza Camelia Suryanata, dalam laporan Tesis Energi Data Center yang terbit pada September 2026.
Baca Juga: 4 Fakta terkini laka mobil damkar di Pangkep Sulsel, terguling saat menuju lokasi kebakaran lahan
Dalam laporan itu, Kiwoom membahas tiga emiten yang memiliki keterkaitan dengan bisnis data center, yakni PT DCI Indonesia Tbk (DCII), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM).
“Karena jalur pendapatan dan tingkat kepastiannya berbeda, setiap emiten harus dinilai dengan indikator yang sesuai, bukan ditempatkan dalam satu peringkat yang sama,” tulis Liza dalam laporan tersebut.
Kebutuhan listrik jadi faktor penting data center
Menurut Kiwoom, pasokan listrik yang andal menjadi salah satu faktor utama daya saing industri data center di Indonesia.
Kepastian sambungan listrik, dukungan infrastruktur, serta kontrak pelanggan turut menentukan seberapa cepat investasi data center dapat menghasilkan pendapatan.
Baca Juga: 3,49 Juta lapangan kerja baru di APBN 2027, Menkeu dorong pekerjaan formal
“Biaya produksi listrik yang murah belum tentu menghasilkan biaya listrik 24/7 yang murah bagi data center,” tulis laporan tersebut.
Investor juga perlu memperhitungkan biaya jaringan, listrik cadangan, pendinginan, air, lahan, serta kecepatan penyambungan.
Berbagai komponen itu berpengaruh terhadap biaya pembangunan dan pengoperasian fasilitas data center.
Kondisi pasokan energi juga memiliki dua sisi bagi operator. Keterbatasan listrik dapat memperkuat posisi operator yang telah memiliki akses, tetapi pada saat yang sama bisa menambah biaya dan menunda ekspansi.
Artikel Terkait
4 Raksasa China siap investasi di RI, bangun pabrik EV dan data center
Pemilih pemula dominasi, data pemilih Subang naik jadi 1,24 juta
Strategi komunikasi kepala Bakom RI: Membumi dan berbasis data saat tanggapi isu Kopdes Merah Putih
Data 1 juta transaksi ungkap masalah kesehatan karyawan, Halodoc tawarkan solusi terintegrasi dari AI hingga pendampingan RS
Data 94 warga NTT meninggal dunia di pengungsian jadi sorotan, BNPB sebut pelayanan medis maksimal hingga masalah penyakit bawaan
Jelang bansos PKH-BPNT tahap 4, hindari 4 faktor perubahan data ini agar saldo tak gagal cair!
Di balik data dan riset Bapperida, Iwan Syahrul Anwar menemukan ruang lain dalam sastra