GENMILENIAL.ID – Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, menilai pembelian saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) merupakan hal yang sah selama dilakukan sesuai dengan mekanisme pasar modal.
Bahkan, ia menyebut kondisi harga saham saat ini bisa menjadi momentum bagi investor untuk melakukan pembelian.
Pernyataan tersebut disampaikan Dasco di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis, 11 Juni 2026.
Ia menanggapi pergerakan saham BBCA yang pada pagi hari tercatat mengalami kenaikan sebesar 1,7 persen dan berada di level Rp5.750 per lembar.
Baca Juga: 196 SPPG di Subang, baru 55 kantongi SLHS, 185 sudah jalani uji lab, masih ada catatan teknis
“Kalau sepanjang dilakukan dengan mekanisme pasar, apalagi saat ini sahamnya sedang lumayan agak murah, ya dibeli saja,” ujarnya.
Momentum beli saham BBCA
Menurut Dasco, kondisi harga saham BBCA yang dinilai relatif terjangkau saat ini dapat menjadi peluang bagi pelaku pasar.
Ia menegaskan bahwa tidak ada persoalan dalam aktivitas pembelian saham selama mengikuti aturan yang berlaku di pasar modal.
Sebagai salah satu bank swasta terbesar di Indonesia, BCA dinilai memiliki fundamental yang kuat. Hal ini membuat sahamnya tetap menjadi incaran investor, baik ritel maupun institusi.
Baca Juga: TNI AD tertibkan rumah dinas di Lenteng Agung, 45 KK sudah sukarela tinggalkan hunian
“Silakan saja dibeli, karena BCA merupakan salah satu perusahaan swasta nasional yang strategis,” tambahnya.
Pergerakan IHSG masih melemah
Di sisi lain, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan perdagangan hari itu justru berada di zona merah. IHSG tercatat melemah ke level 5.889,29 atau turun 0,22 persen setara 13,07 poin.
Artikel Terkait
OJK Soroti dana kelola BPI Danantara sebagai pemegang saham bank BUMN
Saham Boeing langsung anjlok usai insiden jatuhnya pesawat Air India di Ahmedabad
Reksa dana vs saham: Pilihan investasi tepat untuk pemula, mana yang lebih cocok?
Saham Nissan anjlok 6 persen usai Mercedes-Benz lepas kepemilikan Rp5,4 triliun
Fenomena September Effect: Pasar saham sering melemah, tapi lebih mirip mitos statistik
Mahfud MD soroti dominasi pihak China di proyek Whoosh: Saham Indonesia 60 persen, tapi jabatan strategis dikuasai ekspatriat
Boy Thohir beli 3,1 juta lembar saham Trimegah Sekuritas, tegaskan kepercayaan pada kondisi pasar modal RI