Saham Nissan anjlok 6 persen usai Mercedes-Benz lepas kepemilikan Rp5,4 triliun

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Rabu, 27 Agustus 2025 | 06:11 WIB
Saham Nissan anjlok setelah Mercedes-Benz mengumumkan melepas seluruh kepemilikan sahamnya dalam bursa perdagangan, pada Selasa, 26 Agustus 2025 (Dok. Nissan Global)
Saham Nissan anjlok setelah Mercedes-Benz mengumumkan melepas seluruh kepemilikan sahamnya dalam bursa perdagangan, pada Selasa, 26 Agustus 2025 (Dok. Nissan Global)

GENMILENIAL.IDSaham Nissan Motor anjlok pada perdagangan Selasa 26 Agustus 2025 di bursa Tokyo setelah Mercedes-Benz resmi melepas seluruh kepemilikan sahamnya di pabrikan mobil asal Jepang itu.

Mengutip Reuters, saham Nissan sempat merosot hingga 6,7 persen sebelum ditutup melemah sekitar 6 persen, menjadi salah satu penurunan paling tajam dalam beberapa bulan terakhir.

Mercedes-Benz bersih-bersih portofolio

Mercedes-Benz menjual 3,8 persen kepemilikan saham di Nissan dengan nilai transaksi mencapai USD 346 juta atau setara Rp5,4 triliun.

Baca Juga: 5 Jurus menyusun strategi bisnis dengan bantuan AI, dari riset pasar hingga bangun brand kuat

Menurut perusahaan asal Jerman itu, kepemilikan saham Nissan sejatinya sudah dialihkan ke dana pensiun sejak 2016.

“Saham ini tidak dianggap strategis, sehingga penjualan dilakukan sebagai bagian dari bersih-bersih portofolio,” jelas Mercedes-Benz.

Saat ini, kontribusi saham Nissan terhadap aset Mercedes-Benz hanya sekitar 2,7 persen, jauh lebih kecil dibanding saham Daimler Truck yang mencapai 93 persen.

Tekanan tambahan bagi Nissan

Sebelum penjualan ini, Mercedes-Benz tercatat sebagai pemegang saham terbesar kedua di Nissan setelah Renault yang masih menguasai 35,7 persen.

Baca Juga: Danantara Indonesia siapkan pemimpin berdaya saing global lewat program kelas dunia

Namun, pelepasan saham oleh Mercedes-Benz menambah tekanan terhadap Nissan yang sedang berjuang di tengah berbagai masalah:

  • Penjualan global menurun
  • Tarif mobil AS yang masih membebani
  • Persaingan ketat kendaraan listrik melawan produsen Tiongkok

Reuters mencatat, sejak awal 2025, saham Nissan sudah turun lebih dari 29 persen.

Aliansi gagal dan restrukturisasi

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Sumber: Reuters

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X