GENMILENIAL.ID – Dalam dunia investasi, reksa dana dan saham menjadi dua pilihan populer yang kerap dipertimbangkan, terutama oleh para investor pemula.
Meski sama-sama berada di ranah pasar keuangan, keduanya memiliki karakteristik dan tingkat risiko yang berbeda.
Reksa dana merupakan instrumen investasi yang menghimpun dana dari masyarakat, lalu dikelola oleh manajer investasi ke dalam berbagai instrumen seperti saham, obligasi, dan pasar uang.
Baca Juga: Jay Idzes pecahkan rekor transfer, Sassuolo rogoh kocek terdalam demi kapten Timnas
Investor akan mendapatkan imbal hasil sesuai jumlah unit reksa dana yang dimiliki.
Jenis reksa dana pun beragam, mulai dari reksa dana saham, pendapatan tetap, hingga pasar uang.
Proses pembeliannya kini semakin mudah, bisa melalui bank atau aplikasi digital seperti Bibit, Bareksa, Ajaib, Tanamduit, IPOT, dan Makmur.
Meski tergolong praktis dan dikelola oleh profesional, reksa dana tetap memiliki risiko, antara lain penurunan Nilai Aktiva Bersih (NAB), likuiditas, dan risiko dari pihak pengelola.
Baca Juga: Raden Tedi sosialisasikan Perda Lingkungan: Eksploitasi harus diimbangi reboisasi
Di sisi lain, saham adalah bukti kepemilikan atas suatu perusahaan.
Investor saham berpotensi mendapatkan dividen dan capital gain, namun harus siap menghadapi risiko seperti fluktuasi harga pasar, kinerja perusahaan, dan ketidakpastian dividen.
Saham juga memiliki tipe seperti saham biasa dan preferen, yang masing-masing menawarkan hak serta pembagian keuntungan berbeda.
Di Indonesia, beberapa contoh saham populer meliputi Bank Sinarmas (BSIM), Indofood (INDF), GoTo (GOTO), dan Telkom (TLKM).
Baca Juga: Kang Rey tancap gas! Infrastruktur Compreng dikebut, jalan rusak harus tuntas dua tahun
Artikel Terkait
Nasib saham Rp267 miliar milik Raffi Ahmad di STY Foundation usai Shin Tae Yong dipecat, benarkah akan melayang?
Kasus ‘papa minta saham’ kembali mencuat usai anak Riza Chalid jadi salah satu dalang korupsi Rp193,7 triliun di Pertamina
Soroti gejolak bursa saham, Menko Airlangga Hartarto: IHSG masih negatif, tapi sudah dalam tren positif
Persib menuju klub modern: Maruarar Sirait suntik investasi dan siapkan bursa saham
OJK Soroti dana kelola BPI Danantara sebagai pemegang saham bank BUMN
Saham Boeing langsung anjlok usai insiden jatuhnya pesawat Air India di Ahmedabad
Microsoft PHK 9.000 karyawan global, fokus investasi ke teknologi AI