GENMILENIAL.ID – Kasus dugaan pencabulan terhadap seorang siswa sekolah dasar di Tanjungbalai, Sumatera Utara, memicu kemarahan publik dan menjadi perhatian nasional.
Peristiwa ini mencuat setelah beredarnya video warga yang menggeruduk rumah seorang oknum guru berinisial A.
Dalam video tersebut, terlihat suasana tegang dengan teriakan dan makian dari warga yang geram terhadap dugaan perbuatan tersebut.
Situasi semakin memanas ketika guru A keluar dari rumahnya dan harus diamankan oleh aparat kepolisian.
Kasus ini pun dengan cepat menyebar luas di media sosial dan memicu berbagai reaksi dari masyarakat, mulai dari kecaman hingga tuntutan penegakan hukum yang tegas.
Sudah diusut sebelum viral
Meski baru viral dalam beberapa hari terakhir, ternyata kasus ini sudah lebih dulu ditangani oleh Dinas Pendidikan Kota Tanjungbalai.
Kepala Dinas Pendidikan, Bukhori Ginting Suka, mengungkapkan bahwa laporan awal sudah diterima pada akhir Juni 2026 melalui pihak sekolah.
Menindaklanjuti laporan tersebut, pihak dinas segera memanggil kepala sekolah untuk dimintai keterangan.
Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari proses klarifikasi awal sebelum kasus ini menjadi sorotan publik secara luas.
Bukhori menegaskan bahwa pihaknya telah berupaya menangani kasus ini sesuai prosedur yang berlaku.
Namun, viralnya kasus di media sosial membuat perhatian terhadap kasus ini meningkat tajam dan memunculkan tekanan publik untuk penanganan yang lebih transparan.
Artikel Terkait
Polisi dalami motif kekerasan seksual Priguna Anugerah yang tega rudapaksa korban saat ayahnya kritis
Viral dugaan pelecehan dosen UNU Blitar, 15 mahasiswi jadi korban, pelaku dinonaktifkan sementara
Aksi mahasiswa UPN Veteran Yogyakarta soroti dugaan kekerasan seksual, tuntut transparansi kampus
Terungkap kasus kekerasan seksual ayah tiri di Surabaya, dua anak jadi korban
7 Dosen UPN Veteran Yogyakarta diperiksa usai dugaan pelecehan, kampus pastikan hak mahasiswa tetap terpenuhi
BSI tegaskan zero tolerance terhadap pelecehan dan perundungan di lingkungan kerja
Peserta kedinasan Clash of Champions S3 didiskualifikasi, dugaan kasus pelecehan ikut disorot publik