“Dulu saya belikan asbes untuk media melukis. Dari situ terlihat bakatnya luar biasa,” kata Sumarno.
Baca Juga: Kronologi bus TransJakarta tabrak separator di Halte Cikoko Jaktim, sopir diduga kurang konsentrasi
Meski dengan keterbatasan, mereka terus mencarikan kanvas dan alat lukis agar Mikail bisa mengembangkan kemampuannya.
Saat mengikuti seleksi masuk SMSR, Mikail bahkan meraih nilai tertinggi.
Konsisten berkarya, raih kampus impian
Selama bersekolah, Mikail aktif mengikuti berbagai kegiatan seni, mulai dari pameran hingga proyek mural di lingkungan sekolah. Pengalaman tersebut membentuk karakter dan gaya berkaryanya.
Mikail mengaku lebih tertarik pada aliran realis kontemporer, yakni menuangkan objek yang dilihat sehari-hari ke dalam karya lukis.
Baca Juga: Ketua KONI Subang soroti pembinaan atlet, dorongan target 5 besar Porprov menguat
“Saya menggambar dari apa yang saya lihat di sekitar, lalu saya tuangkan dalam karya,” ungkapnya.
Baginya, lolos ke ITB merupakan impian sejak lama. Ia pun berpesan kepada teman-temannya untuk terus disiplin dan konsisten dalam berkarya.
“Masuk ITB ini berkah. Semoga teman-teman juga bisa mencapai mimpinya, asal tidak malas dan terus berlatih,” tandasnya.***
Artikel Terkait
Viral voice note diduga pesan terakhir, mahasiswi teknik Unhas ditemukan meninggal di area kampus
Aksi mahasiswa UPN Veteran Yogyakarta soroti dugaan kekerasan seksual, tuntut transparansi kampus
7 Dosen UPN Veteran Yogyakarta diperiksa usai dugaan pelecehan, kampus pastikan hak mahasiswa tetap terpenuhi
Rifaldy Fajar buka suara soal viralnya dugaan penipuan riset, akui catut nama sejumlah kampus tanpa izin: Kami mohon maaf
Gempar mahasiswa PNJ terciduk ciuman dengan pasangan sesama jenis di perpustakaan, langsung disidang di taman kampus
Ramai isu 'BEM Bersatu' cuman diatur untuk redam aksi mahasiswa, anggotanya dari beragam kampus dinilai janggal
Viral pria diduga intel masuk kampus UMY, diamankan mahasiswa usai aksi di titik nol km Yogyakarta