GENMILENIAL.ID – Polemik keterlambatan penerbitan ijazah di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) terus berlanjut.
Terbaru, beredar sebuah surat pernyataan bermaterai yang ditujukan kepada calon wisudawan periode Agustus 2025, yang isinya menuai perbincangan di media sosial.
Surat tersebut, yang diunggah akun Instagram @unybergerak pada Senin 11 Agustus 2025, berisi tiga poin pernyataan yang harus disetujui calon wisudawan terkait kemungkinan keterlambatan ijazah.
Baca Juga: Zannieta Frara serap aspirasi warga Desa Gunungsari, Subang
Poin pertama, calon wisudawan diminta menyanggupi dan bersedia menunggu proses penerbitan ijazah sesuai ketentuan yang berlaku.
Poin kedua, pihak kampus meminta mahasiswa untuk tidak mempermasalahkan keterlambatan yang terjadi.
Dalam surat itu, keterlambatan disebut terjadi karena ijazah masih diproses oleh Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti).
Poin ketiga, mahasiswa dilarang mengunggah atau mengeluhkan masalah ijazah di media sosial maupun media massa.
Baca Juga: Hanung Bramantyo sindir penayangan film animasi merah putih: One for all yang dinilai terburu-buru
“Tidak akan berkomentar atau membuat statement apapun terkait pemrosesan ijazah yang disebarkan di berbagai media massa dan medsos,” demikian bunyi salah satu kalimat dalam surat tersebut.
Menariknya, di bagian akhir surat tertulis pernyataan bahwa dokumen ini dibuat tanpa paksaan dari pihak manapun.
Namun, tercantum pula keterangan adanya sanksi jika poin-poin yang disepakati dilanggar.
Keterlambatan penerbitan ijazah di UNY bukanlah hal baru. Berdasarkan informasi yang beredar, masalah ini sudah terjadi sejak wisuda periode Februari 2025 dan Mei 2025.
Baca Juga: Rahasia ban mobil yang awet dan aman: Kenali jenis serta kode kecepatannya
Artikel Terkait
Studi ekskursi, Mahasiswa Teknik Mesin Universitas Pertahanan kunjungi PT Dahana
Universitas Muhammadiyah Jakarta jadi tuan rumah Konferensi Penyiaran Indonesia 2024
UMAM intensifkan promosi program PhD di ajang Convocation ke-62 Universitas Sains Malaysia
Razman Arif Nasution tidak diakui Universitas Ibnu Chaldun, ternyata sang pengacara pernah dilaporkan 2022 lalu karena pemalsuan ijazah
Baru dilantik sudah buat gebrakan baru, Mendiktisaintek pastikan UKT tidak naik dan minta sampaikan hal ini ke Universitas
Orang tua mahasiswi ITB yang diduga membuat meme Prabowo-Jokowi minta maaf, pihak kampus ungkap beri pendampingan
Dugaan surat mahasiswi UNS yang lompat ke sungai sebut nama dosen, kampus ungkap sudah beri rekomendasi dan pendampingan