Ramai isu 'BEM Bersatu' cuman diatur untuk redam aksi mahasiswa, anggotanya dari beragam kampus dinilai janggal

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Rabu, 17 Juni 2026 | 21:20 WIB
Menyoroti kontroversi terkait konferensi pers yang dilakukan aliansi mahasiswa BEM Bersatu hingga dinilai janggal di media sosial (Instagram.com/@roadtoptn)
Menyoroti kontroversi terkait konferensi pers yang dilakukan aliansi mahasiswa BEM Bersatu hingga dinilai janggal di media sosial (Instagram.com/@roadtoptn)

GENMILENIAL.ID – Konferensi pers yang digelar kelompok yang menamakan diri sebagai aliansi mahasiswa BEM Bersatu tengah menjadi sorotan publik, khususnya di media sosial.

Aliansi tersebut sebelumnya menyatakan sikap menolak gerakan mahasiswa yang dinilai ditunggangi kepentingan politik praktis.

Dalam pernyataannya, perwakilan BEM Bersatu menegaskan bahwa gerakan mahasiswa seharusnya tetap independen dan berpihak pada kepentingan rakyat.

“Kami, BEM Bersatu, menolak segala bentuk penunggangan gerakan mahasiswa oleh kepentingan politik praktis,” kata Rahmat Djimbula dalam konferensi pers di Utan Kayu, Jakarta Timur, Selasa, 16 Juni 2026.

Baca Juga: Viral unjuk rasa di Pendopo Kuningan: Massa aksi bawa celana dalam, kecam skandal perselingkuhan pejabat

“Gerakan mahasiswa harus tetap menjadi suara rakyat, bukan alat elite dalam perebutan kekuasaan,” sambungnya.

Namun, alih-alih mendapat dukungan luas, konferensi pers tersebut justru memunculkan berbagai tanda tanya di kalangan publik.

Muncul dugaan kejanggalan aliansi

Sejumlah pihak menilai keberadaan BEM Bersatu terkesan janggal dan diduga memiliki agenda tertentu, termasuk upaya meredam gelombang aksi mahasiswa di berbagai daerah.

Sorotan semakin menguat setelah beredarnya daftar nama mahasiswa dari berbagai kampus yang diklaim tergabung dalam aliansi tersebut.

Baca Juga: Di balik wacana peluncuran BBM B50, ada hasil uji coba ESDM yang pernah disebut bikin filter kendaraan cepat rusak

Beberapa pihak kampus justru membantah keterlibatan mahasiswanya dalam kegiatan tersebut.

Kondisi ini memicu spekulasi bahwa aliansi tersebut tidak sepenuhnya representatif dan berpotensi menghadirkan narasi yang tidak sesuai dengan realitas gerakan mahasiswa di lapangan.

UNAS tegaskan tak ada BEM FISIP

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X