GMNI Subang tegaskan masa depan pertanian tak boleh tersisih oleh proyek industrialisasi

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Senin, 29 September 2025 | 23:23 WIB
GMNI Subang gelar dialog publik bertajuk Reforma Agraria dan Ketahanan Pangan: Marhaenisme di Bumi Subang, Senin 29 September 2025 (Dok. Istimewa)
GMNI Subang gelar dialog publik bertajuk Reforma Agraria dan Ketahanan Pangan: Marhaenisme di Bumi Subang, Senin 29 September 2025 (Dok. Istimewa)

 

GENMILENIAL.ID – Dialog publik yang digelar Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Subang bersama mahasiswa pertanian dan Universitas Mandiri pada Senin 29 September 2025, menyoroti ancaman serius industrialisasi terhadap masa depan pertanian Subang.

Dalam forum bertajuk 'Reforma Agraria dan Ketahanan Pangan: Marhaenisme di Bumi Subang', mahasiswa mempertanyakan arah pembangunan daerah yang dinilai lebih berpihak pada proyek industri, seperti Pelabuhan Patimban, dibanding memperkuat sektor pertanian yang sejak lama menjadi tulang punggung Subang.

“Subang dikenal sebagai lumbung padi nasional. Tapi ironis, lahan pertanian terus berkurang karena alih fungsi untuk kepentingan industri. Reforma agraria harus segera diwujudkan,” tegas Ketua GMNI Subang, Muhammad Riefky Alfathan.

Baca Juga: Prabowo curhat soal parahnya korupsi, tegaskan hanya pemerintahan bersih yang bisa bikin Indonesia bangkit

Kritik alih fungsi lahan dan harga gabah

Mahasiswa menyoroti maraknya alih fungsi lahan yang mengancam ketahanan pangan.

Di sisi lain, petani juga terus menghadapi problem klasik: harga gabah jatuh, distribusi pupuk subsidi tidak merata, hingga tekanan impor beras.

“Pembangunan jangan sekadar mengejar keuntungan industri. Subang harus tetap berakar pada identitas agrarisnya,” lanjut Riefky.

Regenerasi petani jadi tantangan

Dialog juga menyinggung rendahnya minat generasi muda terjun ke pertanian.

Mahasiswa menegaskan tanpa regenerasi petani, masa depan pangan Subang akan rapuh.

Baca Juga: Fakta terkini polemik Bobby Nasution hentikan truk pelat Aceh, Pemprov Sumut sebut ajakan bukan razia

Pendidikan politik dan kesadaran agraria pun ditekankan sebagai jalan agar pertanian dipandang sebagai perjuangan, bukan sekadar warisan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X