Kecelakaan di perairan Maluku tewaskan dua mahasiswa UGM, program KKN-PPM dievaluasi

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Senin, 7 Juli 2025 | 20:26 WIB
Dua mahasiswa UGM, Bagus Adi Parayogo (kiri) dan Septian Eka Rahmadi (kanan) yang tewas saat KKN di Maluku Tenggara (Instagram.com/@kknugm.yogyakarta)
Dua mahasiswa UGM, Bagus Adi Parayogo (kiri) dan Septian Eka Rahmadi (kanan) yang tewas saat KKN di Maluku Tenggara (Instagram.com/@kknugm.yogyakarta)

GENMILENIAL.ID – Duka menyelimuti Universitas Gadjah Mada (UGM) menyusul wafatnya dua mahasiswa, Bagus Adi Prayogo dan Septian Eka Rahmadi, dalam insiden kecelakaan laut di perairan Debut, Kabupaten Maluku Tenggara, pada Selasa, 1 Juli 2025.

Keduanya merupakan peserta Kuliah Kerja Nyata dan Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) UGM dalam Unit Manyeuw.

Menurut keterangan resmi UGM yang dirilis Rabu, 2 Juli 2025, kedua mahasiswa tengah melaksanakan program revitalisasi terumbu karang menggunakan metode Artificial Patch Reef (APR) saat musibah terjadi.

Direktur Pengabdian kepada Masyarakat UGM, Dr. dr. Rustamadji menyampaikan belasungkawa dan mengapresiasi dedikasi kedua almarhum.

Baca Juga: Lampu hijau dari Arab Saudi, kampung haji Indonesia segera direalisasikan

"Kami sangat kehilangan. Keduanya adalah mahasiswa yang aktif, cerdas, dan berdedikasi. Semoga mereka mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan serta ketabahan," ujarnya.

Berdasarkan kronologi, rombongan yang terdiri dari tujuh mahasiswa dan lima warga lokal tengah menumpang dua perahu motor sepulang mengambil pasir di Pulau Wahru.

Dalam perjalanan pulang, salah satu perahu terbalik akibat gelombang tinggi dan angin kencang.

Sebanyak lima mahasiswa berhasil diselamatkan. Septian Eka ditemukan dalam kondisi meninggal pada pukul 15.28 WIT, disusul penemuan jenazah Bagus Adi pada pukul 23.00 WIT malam harinya.

Baca Juga: Gunung Lewotobi Laki-laki erupsi dahsyat, kolom abu capai 19 ribu meter

UGM memastikan proses evakuasi dan pemulangan jenazah dilakukan dengan koordinasi bersama Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara, Pemerintah Provinsi Maluku, dosen pembimbing lapangan (DPL), dan alumni KAGAMA wilayah Maluku.

"Fokus utama kami saat ini adalah pendampingan fisik dan psikologis bagi para mahasiswa yang terdampak serta keluarga korban," kata Rustamadji.

Insiden tragis ini mendorong UGM melakukan evaluasi menyeluruh terhadap prosedur dan pelaksanaan KKN-PPM.

"Kami tengah mengkaji ulang standar keselamatan serta pelatihan kesiapsiagaan yang diberikan kepada mahasiswa sebelum dan selama KKN. Ini menjadi pelajaran berharga bagi kami semua," tutupnya.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X