UNS akui mahasiswi yang lompat ke Sungai Bengawan Solo telah dapat pendampingan dan rekomendasi psikiater sejak awal tahun

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Senin, 7 Juli 2025 | 21:00 WIB
Ilustrasi - Bantuan kepada orang yang mengalami depresi (Unsplash/Akhil Nath)
Ilustrasi - Bantuan kepada orang yang mengalami depresi (Unsplash/Akhil Nath)

GENMILENIAL.ID – Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta akhirnya buka suara terkait insiden tragis yang melibatkan salah satu mahasiswi mereka, DA, yang nekat melompat ke Sungai Bengawan Solo dari Jembatan Jurug, Surakarta, pada Selasa, 1 Juli 2025.

Sekretaris Universitas sekaligus Juru Bicara UNS, Agus Riwanto, menyatakan pihak kampus langsung melakukan penelusuran usai muncul video kesaksian seorang pengemudi ojek online di media sosial mengenai dugaan percobaan bunuh diri.

“Setelah UNS melakukan cek dan ricek atas informasi tersebut dan ditemukan bahwa benar, pelaku percobaan bunuh diri tersebut adalah mahasiswi UNS berinisial DA (Perempuan),” ujar Agus, dikutip dari laman resmi UNS, Senin, 7 Juli 2025.

Baca Juga: Komisi IX DPR pertanyakan aturan izin dari BGN untuk pantau dapur MBG: Fungsi pengawasan tak perlu surat resmi

DA diketahui merupakan mahasiswi asal Temanggung, kelahiran 19 April 2003, yang menempuh pendidikan di Program Studi D4 Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), Sekolah Vokasi UNS, dan kini berada di semester delapan.

Menurut Agus, DA telah tercatat sebagai klien Subdirektorat Layanan Konseling Mahasiswa UNS sejak Januari 2025.

Ia pun telah diarahkan untuk menjalani pendampingan lanjutan ke psikiater dan tetap berada dalam pengawasan layanan konseling kampus.

“Yang bersangkutan mempunyai masalah kejiwaan dan riwayat percobaan bunuh diri sejak tahun 2023 sampai 2025 dengan berbagai cara, antara lain overdosis obat dan peralatan tajam, dan pernah menjadi pasien Rumah Sakit Jiwa,” terangnya.

Baca Juga: DPR soroti MBG di daerah kepulauan, Kepala BGN: Tidak akan diserahkan ke mitra, langsung ditangani lewat APBN

UNS menyatakan prihatin dan sangat kehilangan atas kejadian ini. Pihak kampus juga menegaskan komitmen untuk terus meningkatkan layanan konseling dan perlindungan terhadap kesehatan mental mahasiswa.

Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya dukungan menyeluruh bagi mahasiswa, terutama yang mengalami gangguan psikologis.

Kampus pun mendorong seluruh sivitas akademika untuk peduli terhadap rekan-rekan sekitarnya yang menunjukkan gejala stres berat atau depresi.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X