Anggara bersiap menjalani kemoterapi fase keempat
Terbaru, Rabu, 23 September 2026, Anggara kembali ke RSUP Dr. Sardjito untuk menjalani kontrol sekaligus mempersiapkan rawat inap dan kemoterapi fase keempat.
Heri menyebut hasil pemeriksaan terbaru secara umum menunjukkan perkembangan yang cukup baik setelah tubuh Anggara mendapat waktu untuk memulihkan diri dari fase kemoterapi sebelumnya.
“Hasil pemeriksaan hari ini secara umum memberikan cukup banyak hal yang bisa kami syukuri. Setelah tubuh Anggara diberi waktu untuk pulih dari fase sebelumnya, kondisi darahnya menunjukkan pemulihan yang baik,” tulis Heri dalam unggahannya di akun Threads @heri_nurdiyanto, dikutip Kamis, 24 September 2026.
Baca Juga: Nasib pilu sopir truk Bali yang dibakar bosnya hingga kritis, rekan korban kini galang donasi
Trombosit Anggara yang sebelumnya sempat turun kini kembali membaik. Kondisi hemoglobin juga menunjukkan perkembangan positif. Sementara itu, fungsi hati dan ginjal berada dalam kondisi baik berdasarkan pemeriksaan tersebut.
Hasil pemeriksaan juga menunjukkan adanya peningkatan sel darah putih dan neutrofil.
Meski demikian, hasil laboratorium tetap akan dibaca bersama kondisi klinis Anggara dan menjadi bagian dari evaluasi dokter sebelum pengobatan berikutnya dimulai.
“Bagi kami, hasil laboratorium bukan lagi sekadar lembaran pemeriksaan. Di baliknya ada perjalanan panjang tubuh seorang anak setelah menerima kemoterapi. Ada masa ketika darahnya turun, ada hari-hari ketika kami menunggu neutrofil kembali naik,” lanjut Heri.
Baca Juga: Karhutla Kalsel meluas, kobaran api menyala di dekat RSJ Sambang Lihum
Menurut Heri, kondisi tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang Anggara selama menjalani pengobatan.
Trombosit yang pernah turun membuat keluarga harus lebih waspada terhadap risiko perdarahan, sementara nafsu makan Anggara juga sempat menurun.
“Ada trombosit yang pernah membuat kami harus lebih waspada terhadap perdarahan. Ada nafsu makan yang menurun. Lalu, perlahan tubuhnya bangkit kembali. Hari ini kami melihat proses itu sekali lagi dan sekarang waktunya mempersiapkan diri untuk fase keempat,” sambungnya.
Artikel Terkait
Tertimbun reruntuhan gempa NTT, nenek 84 tahun ditemukan selamat meski tak makan-minum selama 4 hari
Saatnya kita yang bergerak, bantu mitra jurnalis Promedia korban gempa NTT
Ki Maher lihat keraton sebagai pertahanan budaya dan penggerak ekonomi kerakyatan
Lewat seni dan budaya, FKUB Subang perkuat kerukunan lintas agama
Cerita perjuangan Asdar, siswa di pedalaman Nias yang sebrangi sungai 4 kali saat menuju sekolah
Ibu kerja serabutan, ayah telah tiada, pelajar MAN 1 Pasuruan justru tembus parlemen remaja DPR RI
Momen haru relawan di Kalbar, saksikan hujan turun usai berjuang melawan amukan karhutla