Bantu Anggara untuk sembuh dari leukemia AML, perjuangan sehat yang butuh biaya ratusan juta

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Kamis, 24 September 2026 | 12:42 WIB
Cerita perjuangan Anggara untuk sembuh dari AML (Dok. Istimewa)
Cerita perjuangan Anggara untuk sembuh dari AML (Dok. Istimewa)

Baca Juga: Kabar baik! Ini 5 daftar bansos yang cair di akhir September 2026: Ada bantuan PKH hingga beras 30 kg

Anggara bersiap menjalani kemoterapi fase keempat

Terbaru, Rabu, 23 September 2026, Anggara kembali ke RSUP Dr. Sardjito untuk menjalani kontrol sekaligus mempersiapkan rawat inap dan kemoterapi fase keempat.

Heri menyebut hasil pemeriksaan terbaru secara umum menunjukkan perkembangan yang cukup baik setelah tubuh Anggara mendapat waktu untuk memulihkan diri dari fase kemoterapi sebelumnya.

“Hasil pemeriksaan hari ini secara umum memberikan cukup banyak hal yang bisa kami syukuri. Setelah tubuh Anggara diberi waktu untuk pulih dari fase sebelumnya, kondisi darahnya menunjukkan pemulihan yang baik,” tulis Heri dalam unggahannya di akun Threads @heri_nurdiyanto, dikutip Kamis, 24 September 2026.

Baca Juga: Nasib pilu sopir truk Bali yang dibakar bosnya hingga kritis, rekan korban kini galang donasi

Trombosit Anggara yang sebelumnya sempat turun kini kembali membaik. Kondisi hemoglobin juga menunjukkan perkembangan positif. Sementara itu, fungsi hati dan ginjal berada dalam kondisi baik berdasarkan pemeriksaan tersebut.

Hasil pemeriksaan juga menunjukkan adanya peningkatan sel darah putih dan neutrofil.

Meski demikian, hasil laboratorium tetap akan dibaca bersama kondisi klinis Anggara dan menjadi bagian dari evaluasi dokter sebelum pengobatan berikutnya dimulai.

“Bagi kami, hasil laboratorium bukan lagi sekadar lembaran pemeriksaan. Di baliknya ada perjalanan panjang tubuh seorang anak setelah menerima kemoterapi. Ada masa ketika darahnya turun, ada hari-hari ketika kami menunggu neutrofil kembali naik,” lanjut Heri.

Baca Juga: Karhutla Kalsel meluas, kobaran api menyala di dekat RSJ Sambang Lihum

Menurut Heri, kondisi tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang Anggara selama menjalani pengobatan.

Trombosit yang pernah turun membuat keluarga harus lebih waspada terhadap risiko perdarahan, sementara nafsu makan Anggara juga sempat menurun.

“Ada trombosit yang pernah membuat kami harus lebih waspada terhadap perdarahan. Ada nafsu makan yang menurun. Lalu, perlahan tubuhnya bangkit kembali. Hari ini kami melihat proses itu sekali lagi dan sekarang waktunya mempersiapkan diri untuk fase keempat,” sambungnya.

Baca Juga: Dihalang-halangi saat sidak ke Lapas Cibinong hingga terlibat aksi saling dorong, Ombudsman temukan kamar khusus dengan pengawalan

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

CERPEN: Surat cinta untuk adinda

Rabu, 19 Agustus 2026 | 12:39 WIB
X