Keluarga siapkan biaya pengobatan hingga Rp913 juta
Keluarga terus berupaya agar Anggara dapat menyelesaikan seluruh rangkaian pengobatan dan kembali menjalani aktivitas seperti anak-anak seusianya.
Namun, perjalanan pengobatan tersebut masih membutuhkan biaya besar. Heri menyebut setidaknya diperlukan sekitar Rp913 juta untuk pengobatan lanjutan dan transplantasi stem cell apabila nantinya direkomendasikan oleh dokter.
Dana tersebut direncanakan untuk sejumlah kebutuhan. Sebanyak Rp80 juta dialokasikan untuk pemeriksaan dan persiapan transplantasi, Rp500 juta untuk prosedur transplantasi stem cell, serta Rp150 juta untuk rawat inap dan perawatan intensif.
Baca Juga: Subang dihadapkan dilema lumbung padi atau kawasan industri, Kang Rey ungkap luas LP2B
Kemudian, Rp80 juta dipersiapkan untuk obat dan terapi pendukung, Rp60 juta untuk pemeriksaan serta kontrol pascatransplantasi, dan Rp43 juta untuk transportasi serta kebutuhan pendamping selama pengobatan.
Besarnya kebutuhan tersebut membuat keluarga membutuhkan dukungan agar Anggara dapat melanjutkan pengobatan AML, termasuk kemungkinan menjalani transplantasi stem cell apabila direkomendasikan dokter.
Selama ini, keluarga telah berusaha memenuhi kebutuhan pengobatan, pemeriksaan, obat-obatan, transportasi, dan pendampingan.
Namun, kebutuhan lanjutan yang diperkirakan mencapai Rp913 juta menjadi beban besar jika harus ditanggung sendiri.
Keluarga kemudian membuka dukungan melalui penggalangan dana untuk membantu perjuangan Anggara menjalani pengobatan.
Bagi masyarakat yang ingin memberikan dukungan, bantuan dapat disalurkan melalui tautan Kitabisa: https://kitabisa.com/campaign/bantuanggarasembuh.
“Sekecil apa pun bantuan yang diberikan akan sangat berarti untuk langkah Anggara menuju kesembuhan. Kami ingin melihatnya kembali sehat. Kembali sekolah, bercanda bersama teman-temannya dan tumbuh dewasa mengejar cita-citanya,” pungkas Heri.***
Artikel Terkait
Tertimbun reruntuhan gempa NTT, nenek 84 tahun ditemukan selamat meski tak makan-minum selama 4 hari
Saatnya kita yang bergerak, bantu mitra jurnalis Promedia korban gempa NTT
Ki Maher lihat keraton sebagai pertahanan budaya dan penggerak ekonomi kerakyatan
Lewat seni dan budaya, FKUB Subang perkuat kerukunan lintas agama
Cerita perjuangan Asdar, siswa di pedalaman Nias yang sebrangi sungai 4 kali saat menuju sekolah
Ibu kerja serabutan, ayah telah tiada, pelajar MAN 1 Pasuruan justru tembus parlemen remaja DPR RI
Momen haru relawan di Kalbar, saksikan hujan turun usai berjuang melawan amukan karhutla