Nasib pilu sopir truk Bali yang dibakar bosnya hingga kritis, rekan korban kini galang donasi

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Rabu, 23 September 2026 | 22:19 WIB
Menyoroti viralnya kisah pilu sopir truk di Bali yang mengalami kritis usai diduga alami insiden pembakaran oleh bosnya sendiri (Instagram.com/@denpasar.viral)
Menyoroti viralnya kisah pilu sopir truk di Bali yang mengalami kritis usai diduga alami insiden pembakaran oleh bosnya sendiri (Instagram.com/@denpasar.viral)

GENMILENIAL.ID – Nasib pilu menimpa seorang sopir truk di Karangasem, Bali, berinisial GS (21 tahun). Ia diduga dibakar hidup-hidup oleh bosnya sendiri, I Putu CP (37 tahun), setelah keduanya terlibat cekcok terkait uang setoran.

Akibat insiden tersebut, GS mengalami luka bakar hingga 68 persen dan kini masih menjalani perawatan intensif di RSUP Prof Ngoerah, Denpasar. Kondisinya dilaporkan kritis dan membutuhkan sejumlah tindakan medis.

Sementara itu, I Putu CP telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan oleh Polres Karangasem.

Di tengah kondisi korban yang masih kritis, rekan-rekan GS bersama warga mulai menggalang donasi untuk membantu biaya pengobatan.

Baca Juga: Karhutla Kalsel meluas, kobaran api menyala di dekat RSJ Sambang Lihum

Korban diperkirakan butuh empat hingga lima operasi

Dalam unggahan Instagram @infokarangasem_id pada Rabu, 23 September 2026, GS disebut masih menjalani perawatan di RS Prof Ngoerah Denpasar.

Korban diperkirakan harus menjalani empat hingga lima kali operasi. Biaya setiap operasi disebut mencapai sekitar Rp20 juta.

Dengan perkiraan tersebut, kebutuhan biaya operasi GS dapat mencapai Rp80 juta hingga Rp100 juta.

Jumlah itu belum termasuk biaya rawat inap, obat-obatan, serta kebutuhan medis lainnya selama korban menjalani perawatan.

Baca Juga: Dihalang-halangi saat sidak ke Lapas Cibinong hingga terlibat aksi saling dorong, Ombudsman temukan kamar khusus dengan pengawalan

Warga bersama rekan-rekan korban kemudian mulai menggalang donasi untuk membantu biaya pengobatan GS. Namun, hingga informasi tersebut disampaikan, dana yang terkumpul baru sekitar Rp13 juta.

Keluarga korban juga meminta bantuan untuk mencarikan solusi pembiayaan karena biaya operasi disebut tidak dapat ditanggung BPJS Kesehatan.

Bermula dari persoalan uang setoran

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X