Hingga kini, 102 unit telah selesai dan mulai ditempati warga terdampak, sementara sisanya masih dalam proses pembangunan dengan target rampung sebelum Ramadan 2026.
Khusus di Kecamatan Pante Bidari, pembangunan huntara dilakukan secara in situ atau di lokasi tempat tinggal semula, sesuai permintaan masyarakat.
Selain huntara, pemerintah juga menyalurkan Dana Tunggu Hunian (DTH) bagi warga yang memilih menyewa tempat tinggal sementara selama masa pemulihan.
Meski upaya pemulihan terus berjalan, kisah terhentinya kegiatan mengaji anak-anak di Dusun Sarah Gala menjadi pengingat bahwa dampak bencana tidak hanya merusak fisik, tetapi juga memutus ruang pendidikan dan spiritual masyarakat.***
Artikel Terkait
Warga Samar Kilang Bener Meriah krisis air bersih, dua bulan pascabanjir harus antre hingga keluar desa
Dua bulan pascabanjir, warga Aceh Tamiang masih krisis air bersih, harus jalan lebih dari 1 km
Dua bulan berlalu, warga Pidie Jaya Aceh ungkap bertahan lapar dan haus selama banjir bandang
Lubang raksasa di Aceh Tengah terus meluas, jalan penghubung terputus
Salim A Fillah ingatkan bencana Sumatera belum usai, pilih hidupkan sekolah demi masa depan anak-anak
Debu pekat selimuti Aceh Tamiang usai helikopter mendarat, lumpur kering picu ancaman kesehatan warga
Dua bulan pascabanjir, warga Kampung Jamat Aceh Tengah masih krisis air bersih